Bisnis Kreatif Sheanny Memasarkan Kue Unik

37
KREATIF: Sheanny Ayu Rahmayani saat menunjukkan kue fondant yang dikreasikan sendiri.

Kue ibarat hal wajib yang ada saat perayaan ulang tahun. Pun, sebenarnya banyak acara-acara formal yang membutuhkan kue. Peluang ini ditangkap Sheanny Ayu Rahmayani.

Berawal dari hobi, dia menggeluti bisnis ini.

—————–

FATIHAH IBNU FIQRI, Mejayan

TANGANNYA tampak lihai saat menuang bahan-bahan kue ke dalam wadah untuk ditimbang. Takaran yang pas akan membuat kue yang dibuat ibu satu anak ini menjadi pas. Tidak bantet dan berkembang sempurna. Bahan-bahan yang digunakan sengaja dipilih yang berkualitas. Sehingga, kualitas rasanya juga berbeda. Selain itu, teknik-teknik dalam mencampur adonan dipraktikkan dengan baik.

Ada beberapa jenis kue yang kerap dibuat oleh Sheanny Ayu Rahmayani. Warga Jalan Ahmad Yani 86, Mejayan, Madiun, itu kerap mendapat pesanan kue. Mulai dari kue fondant, butter cream, dan cookies atau kue kering. Meski begitu, tak jarang ada juga yang memesan jenis lain. Dia pun tak membatasi permintaan konsumen. Meski merasa lebih bebas jika konsumen menyerahkan desain seperti apa yang ingin dia buat. ’’Serasa kreativitas saya terbuka lebar,’’ kata Sheanny.

Wanita  35 tahun itu baru serius berbisnis sekitar 1,5 tahun. Namun, dia sudah belajar membuat kue saat SMA. Bahkan, kala itu dia pernah ikut kursus membuat kue. Berbekal itulah dia terus mengembangkan hobinya. Sheanny pun kerap browsing di internet tentang style terbaru. Juga meng-update karakter-karakter yang disukai anak-anak agar makin mudah dalam membuat kue sesuai pesanan. ’’Mayoritas yang pesan itu ibu-ibu yang anaknya masih SD atau TK. Mereka suka karakter kartun atau film,’’ ujarnya.

Tak hanya mendapat pesanan dari Madiun atau Caruban, Sheanny juga mendapat pesanan dari Surabaya. Kenalannya yang kerap memesan. Dia juga memasarkan produknya lewat media sosial. Kebanyakan pesanan untuk ulang tahun anak-anak. Sehingga, Sheanny kerap mendapat pesanan berupa kue fondant atu butter cream. Untuk kue fondant harus pesan sejak dua minggu sebelumnya. Sementara butter cream minimal H-1. ’’Tapi tergantung permintaan karakternya, rumit atau tidak,’’ tuturnya.

Untuk fondant, membuat karakter butuh waktu lama. Juga butuh dikeringkan. Ini agar tidak mudah hancur saat dibawa ke mana -mana. Gula yang bertekstur mirip plastisin itu memang harus benar-benar kering. ’’Dan itu membutuhkan waktu sampai dua minggu kalau karakternya cukup banyak dengan detail yang bagus,’’ terangnya.

Sementara untuk butter cream, Sheanny punya cara unik. Dia membuat sendiri campuran untuk dijadikan butter cream. Sehingga rasanya pun berbeda. Bahkan, ada kawannya yang memesan kue yang ukurannya kecil namun butter cream-nya harus agak banyak. Banyak yang bilang tidak membuat enek seperti krim–krim biasanya. ‘’Tapi, mereka  jadi gagal diet,’’ selorohnya.

Bahan–bahan kue memang mayoritas bisa didapat dari Caruban. namun, untuk perisa–perisa yang biasa dicampurkan ke kue langsung dari Surabaya. Karena di Caruban memang terbatas jumlahnya. Namun, untuk tepung dan gula dia lebih memilih memasok dari Caruban saja. ‘’Lebih dekat juga,’’ katanya. *****(ota/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here