Bikin Resah, Akhirnya Tiga Begal Motor Didor

122

NGAWI – Masih ingat dengan serangkaian aksi begal motor beberapa pekan terakhir? Diam-diam polisi memberi atensi khusus terhadap kejahatan jalanan yang meresahkan warga itu. Hasilnya, Putut Handoko Putra, 21, Abdul Rohim, 19, dan Argif Rudiansyah, 20, terpaksa dihadiahi timah panas.

 ‘’Saat dilakukan penyergapan, tiga pelaku begal ini sempat berupaya melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan tembakan,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu Rabu (15/5).

Dalam rentang waktu kurang dari sebulan, trio begal yang kerap bergaya punk itu dua sudah melancarkan aksinya. Pertama, di jalan masuk Dusun Sumberagung, Desa Jatigembol, Kedunggalar, pada 24 April. Kali kedua, aksi serupa dilakukan di Jalan Siliwangi masuk Dusun Mardiasri, Desa Jururejo, Ngawi, pada Jumat lalu (10/5).

Honda Vario 150 nopol AE 3376 JC dan Honda Supra X 125 nopol K 5273 WP berhasil dirampas dari korban. ‘’Pelaku tergolong sadis dalam aksinya. Korban dipukul dan ditendang,’’ ujar Natal.

Putut Handoko ditangkap lebih dulu. Warga Desa Jururejo, Ngawi, ini dibekuk saat berada di kawasan Terminal Kertonegoro. ‘’Senin lalu (13/5), pelaku inisial P ini berhasil kami tangkap,’’ terang Natal, sapaan akrab kapolres.

Dari ‘’nyanyian’’ Putut di hadapan penyidik, polisi kemudian menciduk dua rekannya. Yakni, Abdul Rohim warga Desa Gendingan, Widodaren, dan Argif Rudiansyah asal Desa Sekarputih, Widodaren. Namun, Abdul dan Argif kaal itu tengah berada di Jogjakarta. ‘’Berdasar informasi tersebut, kami lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,’’ imbuh Natal.

Abdul dan Argif dipancing agar kembali ke Ngawi. Upaya berhasil, keduanya berhasil dibekuk aparat kepolisian di simpang tiga Gendingan, Widodaren, pada Selasa (14/5) sekitar pukul 07.00. Tak beda cerita, peluru juga bersarang di kaki bertato kedua pemuda tersebut. Bahkan, salah satunya mesti didor kakinya sampai dua kali –kanan dan kiri. ‘’Penangkapan ini dilakukan berdasar dua laporan korban begal beberapa hari terakhir,’’ ungkap Natal.

Keberadaan trio begal bergaya punk ini amat meresahkan. Warga menjadi ketar-ketir saat bepergian dengan motor. Berdasar pengakuannya, mereka menyasar korban saat malam hari di tempat-tempat sepi. Modusnya, lebih dulu memepet, lalu memberhentikan korban.

Setelah berhenti, komplotan yang lain menyusul. ‘’Aksi kekerasan dilakukan saat korban melawan sebelum akhirnya para pelaku ini berhasil merampas motor korban,’’ ungkap kapolres. ‘’Pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,’’ imbuhnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here