Ponorogo

Bidikan Lokasi Selter Baru Rahasia, Khawatir Kembali Ditolak Masyarakat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo bingung mencari selter baru untuk pasien Covid-19. Menyusul penolakan warga Jalan Astrokoro atas rencana penggunaan gedung SMA PGRI 1 Ponorogo. ‘’Di SMA PGRI 1 sebenarnya sangat representatif,’’ kata Ketua Harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono Minggu (11/10).

Alasannya, lokasi sekolah swasta itu di pusat kota. Sehingga, akses fasilitas kesehatan lebih cepat. Fasilitas cukup lengkap. Tim dokter pun menilai layak.

Juga tersedia banyak ruangan. Sehingga, daerah tidak harus mengeluarkan biaya besar. Saat ini pihaknya tengah mencari alternatif tempat lain. ‘’SMA PGRI 1 menjanjikan sebenarnya, tapi masyarakat takut. Ini jadi bahan evaluasi kami,’’ ujarnya.

Masih ada dua tempat lain di Kecamatan Ponorogo (kota) yang masuk daftar alternatif. Satu tempat lagi di Jenangan. Namun, Agus merahasiakan ketiga opsi tersebut. ‘’Kami akan komunikasikan dengan kelurahan setempat. Karena kebutuhan ini mendesak,’’ sebutnya.

Menurut Agus, selter baru harus berkapasitas cukup besar. Estimasinya, mampu menampung 100 pasien. Saat ini rumah sakit rujukan dan selter eks perpustakaan daerah sudah penuh pasien Covid-19. Satgas juga sudah minta kelurahan dan desa memfungsikan selter di wilayah masing-masing. ‘’Sudah ada opsi A, B, atau C. Kami harap bisa segera diputuskan,’’ tuturnya. (naz/c1/sat)

12 Pasien Covid Sembuh Bareng

DI sisi lain, angka kesembuhan pasien Covid-19 meningkat. Minggu (11/10), 12 pasien dinyatakan sembuh. Meski demikian, kasus terkonfirmasi juga bertambah. Sehingga, selter baru tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi lonjakan. ‘’Banyaknya pasien sembuh ini kabar baik yang harus disyukuri,’’ kata Plt Bupati Ponorogo Soedjarno.

Belasan pasien sembuh itu sebelumnya dirawat di rumah sakit rujukan dan selter eks perpusda. Terhitung kemarin, total 372 pasien sembuh. Sedangkan kasus terkonfirmsi bertambah dua atau total 467 pasien. ‘’Meski begitu, rumah sakit dan selter masih penuh. Sehingga butuh selter baru untuk antisipasi ke depan,’’ ujarnya.

Soedjarno menyebut, dua kasus terkonfirmasi baru berawal dari rapid test mandiri. Warga Siman dan Sawoo itu rapid test untuk keperluan pekerjaan. Hasilnya reaktif dan ditindaklanjuti uji swab. ‘’Swab-nya positif dan keduanya menjalani isolasi,’’ terangnya.

Untuk itu, Soedjarno minta masyarakat meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. Termasuk dalam aktivitas terkait pemilu kepala daerah (pilkada). Pakta integritas menjaga pilkada dari penularan Covid-19 harus dipatuhi. ‘’Disiplin protokol kesehatan harus dibiasakan dalam hal apa pun,’’ tegasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close