Bidik Korupsi PD Aneka Usaha, Kejadi Periksa Sembilan Saksi

81

PACITAN – Saat ini Pemkab Pacitan sedang sibuk mencari sosok pengisi kursi direktur utama (dirut) Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha. Pada saat yang sama, kejaksaan negeri (kejari) setempat juga sedang getol mengungkap dugaan tindak pidana korupsi di perusahaan pelat merah itu. ‘’Masih dalam tahap penyelidikan seksi intelijen,’’ kata Kepala Kejari Pacitan Adji Ariono, Rabu (12/9).

Kejari membidik gelontoran anggaran pendapataan dan belanja daerah (APBD) ke PD Aneka Usaha yang terindikasi diselewengkan pengelolanya. Bahkan, sembilan saksi sudah dipanggil untuk pemeriksaan awal. ‘’Itu untuk operasi lid (penyelidikan, Red) intelijen (perkara dugaan korupsi perusda, Red),’’ ujarnya.

Namun, Adji enggan membeber nama-nama saksi yang telah dipanggil. Dia hanya menyebut sembilan saksi tersebut dari dewan pengawas, karyawan, dan mantan direktur. Selain dari internal PD Aneka Usaha, pihaknya juga sempat memanggil pejabat badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) 2010 dan 2011. ‘’Jangan sampai ada waktu terulur. Lebih cepat lebih bagus,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih sekadar menanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai jabatan masing-masing saksi. Sementara tahapan penyelidikan, ditargetkan mulai akhir September atau paling lambat awal Oktober. ‘’Kendalanya cuma pemanggilan saksi dari luar kota,’’ sebutnya.

Diketahui, Kejari Pacitan tengah menggarap dua perkara tipikor yang sebelumnya sempat dirahasikan. Belakangan terungkap, dua perkara itu adalah dugaan rasuah program usaha agribisnis perdesaan (PUAP) dan korupsi di PD Aneka Usaha.

Sementara Pemkab Pacitan dan DPRD Pacitan saat ini kompak untuk melanjutkan pengembangan PD Aneka Usaha yang nyaris gulung tikar. Salah satunya, mengisi jabatan direktur utama yang saat ini dipegang pelaksana tugas (Plt). Rencananya akan dilelang secara terbuka.

Informasinya, untuk pengembangan sebelumnya, PD Aneka Usaha digelontor modal mencapai Rp 2 miliar sejak 2010. Hanya, baru diterimakan Rp 1 miliar. Modal tersebut dicairkan dalam dua tahap. Masing-masing Rp 500 juta setiap tahun. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here