Bibir Sungai Grindulu Growong, Warga Kosongkan Rumah

99

PACITAN – Warga Dusun Ngawen, Semanten, Pacitan, ketar-ketir. Itu setelah air Sungai Grindulu menggerus tebing sungai di dusun setempat. Bahkan jalan dusun ambrol terkikis. Dua rumah terpaksa dikosongkan. ‘’Berawal saat banjir akhir 2017 lalu. Sampai saat ini terus menggerus,’’ kata Edi Kusnanto, salah seorang warga  setempat, kemarin (10/2).

Keluarga Jahir dan Giyanto terpaksa pindah. Meski rumahnya berjarak sekitar 10 meter dari bibir sungai. Mereka khawatir kondisi tersebut bakal mengancam jiwa mereka. Dua keluarga tersebut memilih mengosongkan rumah dan membangun gubuk seadanya di dusun sebelah. Itu mereka lakukan sejak beberapa bulan silam. ‘’Kalau musim hujan di sini pasti ada yang ambrol,’’ ujar Edi.

Beberapa waktu lalu warga setempat sempat memasang breakwater di tengah aliran sungai. Ratusan ban bekas ditanam dengan tiang pancang untuk membelokkan aliran sungai. Satu unit alat berat juga dikerahkan untuk mengeruk sisi lain dari sungai tersebut. Namun, saat banjir beberapa pekan lalu, material penahan aliran senilai Rp 10 juta itu rusak. Justru aliran sungai malah bergeser ke sekitar permukiman warga. ‘’Sekarang semakin belok ke sini airnya. Jadi, saat banjir langsung nabrak tebing sungai hingga terkikis,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, selain merusak jalan dusun, lebih dari 25 warga harus kehilangan ladang. Erosi perlahan menghanyutkan petak ladang mereka. Setidaknya 600 meter persegi lahan palawija dan umbi-umbian berubah jadi aliran sungai. ‘’Masih bayar pajak, walaupun lahan berkurang. Kami berharap bisa ambil material pasirnya,’’ ucapnya.

Dia memprediksi erosi bakal terus terjadi. Mengingat kondisi tanah tebing sungai gembur dan berpasir. Tak heran jika warga setempat waswas. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah setempat. Menurut dia,  pemasangan breakwater dan bronjong batu di sekitar sungai bakal mengurangi kikisan. ‘’Saat ini ada satu rumah yang paling dekat. Sekitar lima meter dari bibir sungai,’’ ungkapnya.

Pantauan di lokasi, setidaknya 25 meter bibir sungai terkikis dan ambrol. Gemburnya tanah membuat tebing sungai terkikis di bagian bawah hingga berongga. Sebagian warga memasang garis pembatas agar tebing tak dilewati. Meski aliran sungai  tak begitu deras, namun beberapa tebing terkikis dan merusak ladang milik warga. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here