Biaya Sewa Rusunawa Membengkak

42

MEJAYAN – Beban biaya sewa puluhan penghuni Rusunawa Kaligunting membengkak. Mereka tidak sekadar membayar biaya peralatan yang dimiliki. Melainkan menanggung fasilitas yang sebetulnya menjadi tanggung jawab kantor pengelola. ‘’Contohnya lampu selasar,’’ kata Ayu, salah seorang penyewa.

Penambahan beban biaya diketahui awal tahun ini ketika membayar listrik bulanan. Nominalnya bertambah yang dibayar biasanya. Meski hanya puluhan ribu, namun penyewa terbebani dan merasa keberatan. Sebab, perjanjian sejak awal sebatas membayar di dalam unit sewa. ‘’Tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak rusunawa,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Menurut Ayu, pembebanam biaya listrik fasilitas di luar unit sewa terkesan dipaksakan. Sebab, penyewa tetap diminta membayar meski sudah memasang listrik token sendiri. Tidak menyambungkan listrik dengan kantor seperti sebelumnya. ‘’Karena meski saya tidak punya kulkas atau mesin cuci, biaya listrik tidak terpaut jauh dengan tetangga yang menggunakan alat alat elektronik itu,’’ bebernya.

Pengelola Rusunawa Kaligunting Sarno membenarkan pembebanan penggunaan lampu selasar ke penyewa. Langkah itu disebut sementara karena dana yang sudah direncanakan tahun ini belum turun. ‘’Apakah nanti uangnya penyewa itu diganti ketika anggaran sudah cair, kami belum bisa memastikan,’’ ujarnya. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here