Pacitan

Biaya Pengobatan Hepatitis A Gratis

PACITAN – Menyusul penetapan status kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A Senin (24/6), Pemkab Pacitan menggratiskan biaya pengobatan bagi penderitanya. Saat ini mekanismenya masih dalan proses pembahasan. ‘’Hari ini didiskusikan dengan BPKAD, bagian hukum, BPBD, dan lainnya,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Eko Budiono Senin (1/7).

Kebijakan tersebut berlaku bagi penderita hepatitis A yang menjalani perawatan mulai tingkat puskesmas hingga rumah sakit. Hanya, biaya pengobatan di rumah sakit untuk pasien kelas III. Jika pasien minta pindah kelas VIP, bantuan gugur. ‘’Rencananya diberikan secara nontunai,’’ ujarnya.

Namun, bisa jadi kebijakan bakal berubah usai hasil rapat lintas-organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. Pembiayaan pengobatan tersebut berasal dari anggaran dana tidak terduga yang hingga kini masih disusun pengajuannya. ‘’Besarannya masih dalam proses penyusunan,’’ tutur Eko.

Terkait laporan masih adanya pasien penderita hepatitis A yang berobat mandiri, diduga akibat ketidaktahuan. Baik pihak pasien maupun pemberi pelayanan kesehatan. Dinkes bakal lebih intens berkoordinasi dan sosialisasi terkait bantuan biaya pengobatan. Pemkab Pacitan pun bakal mengganti biaya pengobatan yang telah dikeluarkan penderita. ‘’Sakleknya sejak 25 Juni kemarin,’’ ungkapnya.

Hingga kini Eko belum memiliki data anggaran yang dibutuhkan untuk biaya pengobatan penderita hepatitis A asal Pacitan. Pihaknya masih membahas mekanismenya sebelum melakukan penghitungan. Hitungan kotornya untuk 975 penderita.  Itu sesuai jumlah penderita hingga kemarin (1/7). ‘’Yang dilayani KLB itu gratis. Kurang lebih 975 penderita dari tingkat puskesmas maupun yang dirujuk ke rumah sakit. Khususnya kelas III,’’ bebernya.

Eko menambahkan, hingga saat ini penambahan penderita harian turun. Penambahan hanya terjadi di dua puskesmas. Yakni, Sudimoro dan Ngadirojo. Selebihnya cenderung stagnan. Eko menargetkan KLB berakhir 13 Juli mendatang. Itu jika hingga 12 Juli tidak lagi mendapat laporan penderita hapatitis A baru. ‘’Kalau masih bertambah, targetnya mundur hingga 28 Juli sesuai masa inkubasi,’’ jelasnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close