MadiunSport

Biaya Kuliah Gratis untuk Peraih Emas di Ajang Porprov VI

MADIUN – Harapan besar ada di pundak atlet-atlet Kota Madiun yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur. Total Kota Karismatik mengirimkan 171 atlet. Perinciannya 105 atlet putra, 66 atlet putri, serta 70 pelatih dan ofisial. ’’Targetnya jangan sampai di bawah urutan 20. Yang kami harapkan prestasi harus membawa rezeki, bisa menjamin kehidupan yang baik ke depannya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi saat launching kontingen Kota Madiun di Wisma Haji Senin (1/7).

Diakui Maidi, mulai dari pelatih, atlet, dan ofisial harus belajar dari hasil Porprov V Jatim di Banyuwangi tahun 2015. Saat itu prestasi Kota Madiun terpuruk. Saat itu Kota Madiun di peringkat 20 dari 38 kota/kabupaten di Jatim. Dengan raihan 2 emas, 10 perak, dan 14 perunggu. Total poin yang dikumpulkan 42. Tentu capaian lebih bagus diharapkan dari atlet-atlet porprov VI yang digelar di Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, mulai 6-13 Juli mendatang. ’’Ada beberapa cabor unggulan proyeksi emas, itu harus dimaksimalkan,’’ ujarnya.

Mantan sekda Kota Madiun itu memerinci, cabor potensial itu di antaranya panahan, senam, dan tenis. Tak menutup kemungkinan cabor lain juga berpeluang menyumbangkan medali emas. Maidi menambahkan, bagi para atlet peraih medali emas bakal diberikan reward. Jika peraih medali emas masih SD (sekolah dasar), maka saat masuk SMP negeri tinggal memilih sekolah. ’’Kalau SMP nanti ada kebijakan sendiri dari wali kota ketika masuk SMA. Kalau sudah SMA, nanti setelah lulus dikuliahkan (gratis, Red) baik di dalam maupun luar kota. Saya minta semua atlet allout,’’ tuturnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, problem keuangan yang melilit cabor-cabor sudah teratasi. Sebab, KONI sebagai wadah cabor-cabor itu sudah bisa mencairkan dana hibah dari APBD Kota Madiun 2019.  Ketua KONI Kota Madiun Tatok Raya mengamini hal itu. Semua anggaran cabor sudah mulai dicarikan sejak Juni. ’’Lebih dari separo cabor sudah mencairkan. Baru cair pertengahan Juni lalu. karena ada surat edaran dari gubernur yang mengatakan bahwa bantuan dana hibah harus dicairkan setelah pemilu selesai,’’ terangnya.

Sebelum dana cair, Tatok mengaku menghabiskan Rp 300 juta untuk menalangi. Cabor yang mengikuti pra-porprov ditanggung sepenuhnya mulai dari penginapan, makan, dan transportasi berangkat hingga kembali ke Kota Madiun. ’’Yang belum bisa tertalangi saat itu tinggal uang saku anak-anak dan ekstra puding,’’ paparnya.

Tatok menambahkan, kontingen Kota Madiun akan diberangkatkan bertahap. Mulai 4 hingga 6 Juli. Pengurus KONI yang ditugaskan membantu di venue sebanyak 40 orang. Dibagi menjadi 4 daerah. Meliputi Gresik, Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. Di sana KONI akan menyiapkan kendaraan. Yakni, dua di Gresik dan Bojonegoro. Tiga kendaraan di Lamongan dan Tuban. ’’Untuk penginapan, cabor yang bertanding di kota yang sama kami jadikan satu,’’ jelasnya.

Tatok Raya menambahkan, pada porprov VI Kota Madiun mengikuti 23 dari 40 cabor yang diperlombakan dan dipertandingkan. Meliputi panahan, catur, taekwondo, judo, dan karate. Selanjutnya pencak silat, tenis meja, muaythai, basket, renang. Berikutnya, atletik, sepak takraw, panjat tebing, angkat besi, bulu tangkis, senam, tinju, angkat berat, biliar, gulat, tenis dan wushu. Total anggaran yang disiapkan Rp2,1 miliar. Dari jumlah itu, kata dia, belum dapat disampaikan secara pasti bonus atau reward yang akan diberikan kepada atlet peraih medali. ’’Reward itu bisa berupa finansial, biaya gratis untuk pendidikan. Sementara besarnya anggaran untuk uang pembinaan atau bonus bagi para atlet peraih medali belum bisa kami tentukan,’’  jelasnya. (her/mgd/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close