Ponorogo

Biarkan Elang Jawa Mengudara, BKSDA Jatim Lepas Enam Satwa ke Alam Bebas

PONOROGO, Radar Ponorogo – Satu ekor elang jawa dan lima merak hijau baru saja dilepaskan ke alam bebas di Gunung Picis dan Gunung Sigogor. Pelepasan ke cagar alam enam satwa berjenis kelamin jantan itu untuk meningkatkan populasi hewan dilindungi.

Kepala Sub Bag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar (BKSDA Jatim) Gatut Panggah Prasetyo menuturkan, elang jawa tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan alam asalnya. Beberapa saat setelah dilepaskan dari kandang, satwa karnivora itu langsung terbang. ‘’Menoleh ke kanan-kiri sebentar lalu terbang lagi,’’ kata Gatut Rabu (20/11).

Pelepasan elang jawa rutin dilakukan tiga tahun terakhir. Dua tahun sebelumnya melepaskan dua ekor pejantan. BKSDA Jatim mendata, sekitar 7-11 ekor elang jawa (empat keluarga) di Gunung Picis dan Sigogor. ‘’2014 lalu hanya tiga ekor,’’ sebutnya.

Gatut menguraikan, elang jawa tergolong burung monogami. Artinya, hanya mengawini satu pasangan sepanjang hidupnya. Setiap burung yang dilepas diberi penanda khusus. Guna mempermudah identifikasi jika tertangkap lagi di kemudian hari. Sekaligus mempermudah monitoring pertumbuhannya. ‘’Merak hijau juga diberi tagging khusus. Ini bagian dari upaya konservasi karena elang jawa salah satu spesies prioritas yang terancam punah,’’ bebernya.

Kesadaran mayarakat akan pentingnya puspa dan satwa demi keberlangsungan hidup di masa mendatang. Menjaga rantai makanan si raja predator di udara ini turut membantu produktivitas petani di sawah. Itu hanyalah contoh kecil pentingnya menjaga puspa dan satwa. Si raptor pemangsa satwa yang sebagian besar menjadi hama. Seperti tikus, ular, dan tupai serta satwa-satwa mangsa lainnya.

Apalagi, Cagar Alam Gunung Sigogor ini adalah habitat dari satwa elang jawa. Pun, BKSDA Jatim telah ditetapkan sebagai site monitoring elang jawa sejak 2014. ‘’Di Jawa, site monitoring elang jawa selain Ponorogo ada di Gunung Ijen, Banyuwangi. Masyarakat Ponorogo mesti berbangga, karena burung elang jawa ini jadi simbol Garuda Pancasila,’’ tegasnya. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close