Biadab, Tiga Tahun Anak Tiri Digagahi

237

NGAWI – Malang nian nasib Kembang (nama samaran). Bocah tujuh tahun itu menjadi korban ulah cabul Kom, 38, ayah tirinya. Terhitung sejak Juni 2016 hingga Maret tahun ini, Kembang menjadi sasaran aksi bejat Kom. Sedikitnya empat kali korban diperkosa dan beberapa kali dicabuli sang bapak tiri. ‘’Tersangka beralasan tidak kuat menahan nafsunya,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib kemarin (11/3).

Indra mengatakan, ulah bejat Kom dilakukan di rumahnya, salah satu desa di Kecamatan Paron. Tidak hanya di tempat tidur, tersangka pernah mencabuli Kembang di kamar mandi. Yang bikin geleng-geleng, perbuatan cabul itu dilakukan sejak Kom melakukan pendekatan dengan ibu Kembang.

Berkali ulang Kom melampiaskan nafsu bejatnya kepada bocah yang saat itu belum masuk sekolah dasar (SD) tersebut. ‘’Modusnya, tersangka memberi iming-iming hadiah boneka dan alat sekolah kepada korban. Sempat juga dengan ancaman,’’ ujar Indra.

Alih-alih tobat, setelah resmi menikahi ibu Kembang, Kom semakin liar. Terutama selama perempuan itu menjadi TKI ke Singapura sejak tahun lalu. ‘’Pengakuan tersangka hanya empat kali mencabuli korban. Terakhir dua pekan lalu,’’ ungkap Indra.

Kelakuan Kom akhirnya terendus nenek Kembang yang mendapati cara berjalan cucunya berbeda dari biasanya. Si nenek lantas melontarkan sejumlah pertanyaan terkait keanehan yang dilihatnya. Setelah beberapa kali ditanyai, korban akhirnya membeber kelakuan bejat Kom. Kejadian itu lantas diceritakan kepada anaknya yang lain. ‘’Setelah dilaporkan, tersangka kami tangkap Sabtu lalu (9/3),’’ terang Indra.

Kom digelandang ke Mapolres Ngawi beserta sejumlah barang bukti. Yakni, beberapa potong pakaian Kembang maupun baju milik Kom. Kasus pencabulan itu kini tengah ditangani Unit PPA Polres Ngawi.

Selain menghimpun keterangan dari sejumlah saksi, aparat kepolisian juga sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Pun, pemeriksaan medis terhadap bocah tujuh tahun bernasib malang tersebut. ‘’Tersangka kami tahan untuk proses penyidikan lebih lanjut,’’ pungkas Indra. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here