Biadab, Dukun Cabuli Keponakan Sendiri

295

PONOROGO – Mata rantai kejahatan seksual sambung-menyambung di Slahung. Sepekan lalu dihebohkan pencabulan anak di Simo, kini digegerkan aksi bejat paman terhadap istri keponakannya di Tugurejo.

Hasrat liar Witono terjadi saat Anggrek, 21, (nama samaran korban), diantarkan suaminya berobat kepadanya. Tersangka yang dikenal sebagai dukun itu didatangi keponakan beserta istrinya yang mengeluhkan diare. ‘’Sekitar pukul 22.00, korban sempat ditinggal suaminya karena disuruh pelaku membakar kemenyan,’’ kata Kanit PPA Polres Ponorogo Ipda Gestik Ayudha saat press rilis kemarin (11/12).

Nah, saat itulah pelaku melancarkan aksinya. Dengan menggerayangi tubuh korban yang memang sedang lemas dan sesak napas. Lemahnya kondisi karena sakit itu membuat korban tak bisa berontak. ‘’Saat itu, korban memang benar-benar tidak berdaya. Dia lemas, jadi tak bisa melawan,’’ ujarnya.

Merasa tidak ketahuan, pelaku mencoba mengulangi aksinya. Berdalih memeriksa kondisi terkini, pelaku mengunjungi rumah korban, Rabu (5/12). Saat itu rumah korban kebetulan sepi lantaran suaminya sedang bekerja. Pelaku langsung masuk ke kamar korban dengan alasan ingin menyempurnakan pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya. Pelaku memijat tubuh korban dan kembali melakukan aksi tidak senonoh. ‘’Yang kedua ini tidak sampai menyetubuhi,’’ tuturnya.

Semula, korban menyimpan rapat aksi bejat paman suaminya tersebut. Lama-kelamaan akhirnya bercerita kepada saudaranya hingga sampai ke telinga suaminya. ‘’Suami korban tidak terima, akhirnya melaporkan,’’ terangnya.

Petugas mengamankan barang bukti berupa celana, kaos oblong, BH, celana dalam, dan beberapa obat diare yang didapatkan korban setelah periksa ke klinik setempat. Atas tindak asusila itu, pelaku disangkakan pasal 286 KUHP dan terancam kurungan 9 tahun. ‘’Saat kami tangkap, pelaku pasrah dan mengakui semua perbuatannya,’’ jelasnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here