Ngawi

Biadab! Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap Dibuang ke Sungai

NGAWI – Desa Sumberejo, Sine, Senin pagi (8/7) gempar. Itu terjadi setelah ditemukan jasad bayi di Sungai Lanang masuk Dusun Jetak, desa setempat. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut diperkirakan lahir prematur dengan usia kandungan lima sampai enam bulan. ‘’Kondisi tali pusar terpotong rapi. Diduga kuat hasil hubungan gelap,’’ kata Kapolsek Sine Iptu M. Farid Suharta.

Bayi tak berdosa itu ditemukan dalam kondisi tenggelam di aliran air yang tidak begitu deras. Titik penemuan berjarak sekitar 25 meter dari jembatan desa setempat. Ditengarai, si jabang bayi sengaja dibuang oleh orang tuanya. Prediksi usia bayi dari tim medis semakin menguatkan dugaan tersebut.

‘’Pelaku mungkin tidak menginginkan kehadiran bayi karena hubungan gelap. Kondisi prematur mengindikasikan bayi sengaja dikeluarkan. Sementara, bekas potongan tali pusar kira-kira sepanjang tujuh sentimeter itu jelas menggunakan benda tajam,’’ ungkapnya.

Farid mengatakan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa belum ada 24 jam bayi meninggal. Dugaan sementara, bayi dibuang pada Minggu malam (7/7). ‘’Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara, Red), ada beberapa temuan yang mengarah pada modus operandi pelaku,’’ tuturnya.

Pelaku, kata Farid, bisa jadi melempar bayi dari jembatan. Itu mengingat jarak antara titik penemuan dan jembatan tidak begitu jauh. Namun, kondisi nyaris tidak ada luka fisik di tubuh bayi tak menguatkan dugaan itu. ‘’Dugaan yang lain, bayi dibuang dari daerah hulu sungai,’’ ungkap perwira yang sebelumnya menjabat wakapolsek Karangjati tersebut.

Dugaan bayi dibuang dari hulu sungai diperkuat hasil penyelidikan. Pada Minggu malam (7/7), Sungai Lanang mengalir deras. Sebab, merupakan giliran petani sekitar mendapatkan jatah air irigasi dari kali tersebut. Kemudian, air kembali mengecil pagi harinya.

Terkait dugaan tersebut, Farid telah menyebar anak buahnya ke tujuh desa di wilayah hulu sungai. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa. Baik masyarakat, kades (kepala desa, Red), maupun bidan desa setempat,’’ ujar Farid.

Penemuan bayi malang itu bermula saat salah seorang petani hendak mencuci tabung semprot di sungai sekitar pukul 07.00. Kemudian, si petani tersebut samar-samar melihat sesuatu di bawah air menyerupai boneka. ‘’Setelah didekati ternyata mayat bayi. Saksi lalu memanggil warga lain,’’ imbuh Farid.

Beberapa warga pun mendatangi lokasi kejadian dan temuan tersebut dipastikan jasad bayi. Penemuan itu lantas dilaporkan ke Polsek Sine. Akhirnya, jasad bayi dievakuasi tim medis beserta aparat kepolisian yang datang ke TKP. ‘’Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close