Betta Fish AE Satukan Pencinta Cupang di Madiun Raya

292

Ikan cupang seolah tidak ada matinya. Setidaknya, penggemar jenis ikan itu hingga kini tetap eksis. Bahkan, komunitasnya semakin bertambah. Salah satunya Betta Fish AE yang dirintis Ovi Gustian Alif.

———-

BELASAN orang siang itu terlihat sibuk menata lokasi gathering di salah satu sudut Taman Trembesi. Ada yang menggelar tikar, memasang spanduk, maupun menyiapkan camilan. Sekitar pukul 14.00 satu per satu member mulai berdatangan. Tak lama kemudian, Ovi Gustian Alif mengajak mereka duduk merapat, pertanda acara segera dimulai.

Benar saja, diskusi dimulai dan berlangsung gayeng. Mereka asyik membahas persoalan kelangkaan pakan ikan cupang di wilayah Madiun. ‘’Ini waktu acara gathering pertama kami,’’ kata Ovi, pentolan komunitas Betta Fish AE, sembari menunjukkan sebuah foto di smartphone miliknya.

Ovi merintis komunitas Betta Fish AE sejak April 2018 lalu. Bermula saat menelusuri keberadaan peternak ikan di wilayah Caruban, Kabupaten Madiun, untuk urusan kantornya. Singkat cerita, dia bertemu Heru, seorang pengepul cacing sutra. ‘’Nah, waktu ketemu itu muncul ide bikin komunitas cupang,’’ terangnya.

Sejak itulah Ovi getol berburu anggota. Pendek kata, jika mendengar penggemar cupang, langsung didatangi. Belakangan dia dibantu Wahyu Didit, member lainnya, menjaring pencinta cupang dari Facebook. ‘’Nggak sampai seminggu kami share info, ada 40 orang dari berbagai daerah di eks Karesidenan Madiun yang join,’’ paparnya.

Setelah itu, diputuskan kopi darat pertama di Taman Trembesi. Dari pertemuan perdana itu terbentuk susunan pengurus serta nama dan logo komunitas. ‘’Waktu itu nama komunitasnya masih Percuma (Perkumpulan Cupang Madiun, Red). Ganti Betta Fish AE saat gathering kedua,’’ bebernya.

Saat ini jumlah anggota Betta Fish AE mencapai 70 orang. Mayoritas merupakan penjual ikan cupang. Sisanya peternak dan pehobi. Demi keberlangsungan komunitas, mereka dikenai iuran wajib Rp 10.000 per bulan. Uang yang terkumpul digunakan untuk kebutuhan konsumsi gathering, kas, dan kadang men-support kontes. ‘’Bisa buat uang transpor, makan, atau penginapan saat ikut kontes,’’ imbuhnya.

Selama ini mereka rutin kumpul sebulan sekali. Agar member tertarik datang,  pengurus punya trik khusus. Yakni, membeli sejumlah ikan cupang dari uang kas untuk semacam doorprize. ‘’Nama yang keluar dari pengundian yang berhak membawa pulang ikannya,’’ terang Ovi.

Ardha Pradhana, member lainnya, tertarik dengan cupang lantaran memiliki  bentuk insang yang unik. Selain itu, jenis warnanya beragam, kendati panjangnya hanya sekitar 5 sentimeter. ‘’Juga punya daya tahan tubuh yang baik. Pernah saya tinggal lima hari tanpa makanan dan oksigen, tetap hidup,’’ ujarnya.

Ardha biasa memanfaatkan lembar daun ketapang untuk mengobati cupang koleksinya yang sakit. Daun yang sudah dibersihkan dimasukkan ke akuarium hingga air berubah warna menjadi kecokelatan. ‘’Pernah ada ikan yang matanya bengkak sampai hampir meletus, dimasukkan ke air itu (sudah diberi daun ketapang, Red) tiga hari kemudian sembuh,’’ terangnya. ***(isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here