Mejayan

Besok, Pilkades Digelar Serentak di 57 Pemdes , Suami-Istri dan Kakak-Adik Bertarung

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebanyak 23 kepala desa (kades) petahana di Kabupaten Madiun coba mempertahankan jabatannya. Mereka maju sebagai calon kepala desa (cakades) bersama 118 kontestan lain dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 yang digelar 57 pemerintahan desa (pemdes).

Di luar itu, delapan cakades bakal bertarung dengan anggota keluarga sendiri. Status mereka suami-istri dan kakak-adik. ‘’Dari total 141 cakades, beberapa memang incumbent dan punya hubungan keluarga,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono Senin (14/10).

Puluhan cakades incumbent itu tersebar di 11 kecamatan. Pilangkenceng terbanyak lima desa, di bawahnya Madiun empat desa dan Geger tiga desa. Peluang berat incumbent di Desa Kare dan Randualas. Keduanya melawan empat kontestan. Menariknya, dua dari delapan yang berstatus keluarga itu incumbent. Yakni, Desa Sumberejo, Madiun, dan Klumpit, Sawahan (selengkapnya lihat grafis).

Menurut Joko, kepesertaan cakades incumbent atau berstatus keluarga tidak ada salahnya. Petahana diperbolehkan maju kembali asalkan memenuhi persyaratan. Berpedoman Perbup 31/2019 tentang Kepala Desa. Ihwal peserta berstatus keluarga memang tidak tertuang dalam regulasi itu. Tapi, secara normatif bisa terjaring dengan persyaratan yang ada. ‘’Begitu syaratnya terpenuhi bisa ditetapkan cakades,’’ ujarnya.

Penetapan kontestan mengacu calon minimal dua dan maksimal lima. Sehingga, tidak ada kaitan dengan silsilah hubungan keluarga. Siapa pemenangnya bergantung pilihan warga. Sama sekali tidak ada kaitan dengan kalangan yang menganggap melanjutkan dinasti kades dari keluarga sama. Sebab, siapa pemenangnya bergantung pilihan warga. ‘’Itu kan bagian demokrasi, jadi fair saja,’’ ucapnya.

Joko menilai cakades yang terjaring hingga 141 orang menandakan antusiasme pilkades kali ini. Kendati menyusut dari jumlah bakal calon kepala desa (bacakades) 154 orang. Jumlah seratusan itu dua kali lipat total kebutuhan peserta bila diasumsikan dua pendaftar. Apalagi mereka melakukan kampanye dengan tertib selama tiga hari yang selesai Minggu lalu (13/10). Belum ada info masuk terjadi gesekan. ‘’Mudah-mudahan hasil pilkades berkualitas,’’ harapnya.

Masa tenang selama tiga hari berakhir hari ini. Selama itu, spanduk dan banner kampanye para cakades dilepas. Pembersihan tersebut dikomandoi camat selaku pengawas. ‘’Pemungutan suara Rabu (16/10),’’ sebutnya.

Joko meyakini tingkat kehadiran pemilih bisa maksimal kendati pelaksanaannya hari aktif. Sosialisasi sudah diberikan ke pemdes. Warga diharapkan bisa meluangkan waktu datang ke tempat pemungutan suara (TPS) sebelum berangkat kerja. Termasuk bersurat ke Cabdindik Jawa Timur Wilayah Madiun untuk memberikan dispensasi ke siswa yang tempat tinggalnya melaksanakan pilkades. ‘’Persoalan waktu mencoblos warga yang mengatur, karena TPS ditutup pukul 12.00,’’ katanya.

Joko menyebut, pemilihan hari aktif itu sesuai perhitungan waktu atas masing-masing kegiatan. ‘’Menyesuaikan tahapan yang sudah ditetapkan,’’ pungkasnya. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close