Madiun

Besar Hati Seleksi di Ruang Isolasi

4 Absen dan 1 Terlambat Dinyatakan Gugur

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Empat peserta berbesar hati meski harus menjalani seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS 2019 di ruang terpisah. Setibanya di Wisma Haji Rabu (2/9), empat peserta dari luar daerah itu langsung diarahkan menuju ruang isolasi yang telah dipersiapkan. Itu setelah mereka menunjukkan surat hasil pemeriksaan rapid test antibody yang menyatakan reaktif.

AR, peserta asal Kabupaten Madiun, tampak serius menatap laptop di ruang khusus. Mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan. Serta dijaga seorang petugas dari Kantor Regional (Kanreg) II BKN Jatim. Dia kebagian tes di sesi pertama bersama satu peserta lain. ‘’Kami harus mematuhi protokol kesehatan,’’ kata perempuan kelahiran 1994 itu.

AR lega usai menjalani tes di sesi pertama. Meskipun dia harus menjalaninya secara terpisah dengan peserta lain. Dia tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan mengikuti SKB. ‘’Alhamdulillah lancar, tidak ada kesulitan saat mengerjakan soal-soal,’’ tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun Haris Rahmanudin menyebut, empat peserta reaktif itu terbagi dalam dua sesi. Dua peserta di sesi pertama dan dua lainnya di sesi ketiga. Mereka tetap menjadi bagian peserta yang memilih titik lokasi (tilok) di Kota Madiun. ‘’Meski reaktif, mereka tetap mendapatkan hak sebagaimana peserta lain. Petugas membantu mulai proses barcode hingga pengambilan PIN (personal identification number, Red),’’ ujarnya.

Haris mengungkapkan, empat peserta tidak hadir dan satu peserta terlambat. Kelimanya dinyatakan gugur sebagaimana ketentuan yang ada. Sehingga, tingkat kehadiran hanya terhitung 394 peserta yang memperebutkan 164 formasi. ‘’Sesuai ketentuannya, yang tidak hadir dan terlambat otomatis tidak lulus,’’ tegasnya.

SKB dilangsungkan dalam tiga sesi. Tiap sesi berdurasi 90 menit untuk mengerjakan 100 soal. Tiap pergantian sesi, petugas langsung melakukan sterilisasi ruangan dengan penyemprotan cairan disinfektan. Mengantisipasi persebaran Covid-19. ‘’Tiap peserta dibekali sarung tangan,’’ imbuh Haris.

Nilai SKB dapat langsung dilihat masing-masing peserta. Namun, itu bukan indikator penentu kelulusan. Hasil SKB bakal diakumulasikan dengan hasil seleksi kompetensi dasar (SKD). SKB berbobot 60 persen dan SKD 40 persen. Peserta dengan nilai tertinggi yang akan dipilih di setiap formasi. ‘’Akumulasi dilakukan BKN Pusat. Setelah itu di-ranking,’’ terangnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close