Bersihkan Sampah Virtual Kampanye, Kerahkan Seribu Orang

20

MADIUN – Tiga bulan sudah Kota Karismatik penuh sesak alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye pemilu. Bahkan kesannya mirip hutan belantara. Mulai kemarin, sampah virtual itu dibabat habis. Pencopotan ribuan APK itu dilakukan serentak Minggu (14/4) dengan melibatkan seribu orang. Rinciannya, 800 orang dari pengawas TPS, bawaslu, TNI, Polri, satpol PP dan petugas dinas perhubungan (dishub). ’’Sebelumnya apel bersama di GOR, kemudian penertiban karena sudah masuk hari tenang,’’ ujar Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko kepada Radar Madiun.

Saat apel, Kokok HP sempat menegaskan agar pengawas TPS tidak takut dalam menjalankan tugas. Pun, kepada wartawan, dia meyakinkan ratusan pengawas tersebut netral. Bawaslu telah mencopit 11 orang calon panitia pengawas lantaran ditengarai tergabung dalam tim kampanye calon legilslatif tertentu. ‘’Jadi 11 orang itu batal dilantik, dan sudah kami cari penggantinya,’’ jelasnya.

Kokok mengatakan, sejatinya peserta pemilu telah diperkenankan membersihkan APK mereka sejak semalam. Dari pengamatan bawaslu, semalam sudah ada yang mencopot, persentasenya sekitar 60 persen. Hanya, masih dijumpai ratuan APK yang bertebaran di jalanan kota. ’’Sudah menjadi kewajiban bawaslu menertibkan semua APK sampai H-1 pencoblosan.

 ’’Kewajiban kami APK yang masih terpasang, KPU dan jajarannya melepas itu. Radius 200 meter dari TPS harus bebas dari APK,’’ jelasnya.

Dia mengatakan, dari 233 calon legislatif adasekitar 100 caleg yang memasang APK. Dan diperkirakan satu caleg ini bisa memasang 100 APK. Dia menegaskan, peserta pemilu, calon legislatif memiliki kesadaran tersendiri untuk menertibkan APK mereka. ’’Kalau sama hal kecil saja mereka mereka saja tidak memperhatikan, jangan dipilih caleg yang nggak tertib. Ini bisa jadi peringatan pertama untuk para caleg,’’ paparnya.

Ribuan APK yang sudah dilepas ini nantinya akan dibawa ke bawaslu, panwascam, dan sebagian di kantor kelurahan. Kemudian, kata dia, meminta partai politik untuk mengambil kembali APK dari gudang ini. ‘’Jika tidak diambil tinggal dimusnahkan,’’ jelasnya.

Neni kusumaningsih, warga Mojorejo, Kota Madiun merasa lega melihat sebagian jalanan Kota Karismatik kembali bersih dari APK. Sebab, berbulan-bulan terpapar wajah-wajah caleg di setiap jalan membuatnya jenuh. Pun, dia berharap masa pencoblosan segera berakhir. ’’Lihatnya langsung padang, ndang coblosan ndang wes,’’ paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun petugas seringkali merasakan kesulitan mencopot APK terutama baliho yang besar. Sehingga ratusan panitia ini memanfaatkan peralatan memotong seadanya. Seperti yang terlihat di perempatan bangjo Jalan Salak-Jalan Kapuas.. ’’Tadi sudah beberapa kami copot, ini kami nggak ngatasi jadi kami tinggal sampaikan ke satpol PP untuk dilanjutkan, harusnya caleg punya kesadaran untuk  mencopotnya sendiri,’’ kata Nanik Haryati, salah seorang petugas. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here