Bersih-Bersih PKL Diundur Bulan Ramadan

117

NGAWI – Kondisi jalan semrawut akibat banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di trotoar dan bahu jalan bakal berlangsung lebih lama. Pasalnya, Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono mengisyaratkan rencana penertiban diundur. Jika sebelumnya ditarget mulai awal tahun baru, ditunda hingga Ramadan 2019. ‘’Momen yang pas untuk penertiban sepertinya memang bulan puasa nanti,’’ kata Kanang kemarin (16/12).

Kanang mengakui kondisi sejumlah ruas jalan Ngawi kota semakin semrawut akibat keberadaan PKL. Pun, fungsi trotoar sebagai akses bagi pejalan kaki terabaikan. ‘’Toleransi (memberikan ruang kepada PKL, Red) kami selama ini sudah lebih-lebih,’’ ujarnya.

Wacana yang sempat muncul, para PKL bakal dikenai aturan pembatasan jam beroperasi. Mereka hanya boleh membuka lapak di trotoar dan bahu jalan setelah pukul 17.00. ‘’Di Jakarta, pejalan kaki dihargai betul. Kami ingin nyontoh di sana juga,’’ ungkap Kanang.

Rencana pengunduran jadwal sapu bersih PKL itu juga sempat dilontarkan Kanang dalam rapat evaluasi bersama OPD di Command Centre beberapa hari lalu. Kala itu, dia menyampaikan bakal menertibkan PKL, khususnya yang ’’menjarah’’ trotoar dan bahu jalan. ‘’Kondisi PKL di Ngawi sudah sangat kronis, perlu segera ditertibkan,’’ tekannya.

Kepala Satpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono saat dikonfirmasi menyebut bahwa rencana penertiban PKL tetap diupayakan dimulai awal tahun depan. Hanya, kata dia, tahapannya belum langsung menyentuh eksekusi. Melainkan diawali sosialisasi lisan kepada para pedagang terlebih dulu.

Eko mengatakan, setelah sosialisasi lisan pihaknya bakal menyurati satu per satu pedagang seputar rencana penertiban. Sementara, Ramadan direncanakan memasuki tahap eksekusi. ‘’Jadi, tidak molor, tapi dilakukan secara bertahap. Yang jelas, mulai bulan puasa nanti, pagi sampai pukul 17.00 haris steril PKL,’’ tegasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here