AdvertorialMadiunPendidikan

Bersaing Ketat, Unipma Naik Empat Peringkat

Ranking 48 dari 4.700 PTN-PTS Se-Indonesia

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (Unipma) terus membuktikan sebagai kampus yang memberikan kualitas layanan pembelajaran terbaik bagi mahasiswa.

Tiga hari lalu Unipma meraih peringkat kemahasiswaan urutan ke-48 dari total 4.700 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN-PTS) se-Indonesia. Naik empat tingkat dari tahun sebelumnya berada pada urutan 52. Prestasi ini mengharumkan nama daerah. Sekaligus membuktikan bahwa Unipma sanggup bersaing dalam penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi di kancah nasional. Dengan kualitas pendidikan dan lulusan yang patut diperhitungkan. ‘’Kami berhasil menunjukkan kinerja sangat baik. Di tengah persaingan ketat perguruan tinggi untuk saling meningkatkan diri,’’ kata Rektor Unipma Parji Selasa (1/9).

Peringkat ini didasarkan penilaian yang terukur. Salah satu indikatornya, Unipma dipandang mampu mengantarkan mahasiswanya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM AI) dan Gagasan Tertulis (PKM GT) Unipma masuk top 10 perguruan tinggi nasional. Tahun ini, sebanyak 14 proposal PKM dari lima bidang lolos dan didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Dua proposal program holistik pembinaan dan pemberdayaan desa (PHP2D) juga lolos dan didanai Kemenristekdikti. Kemendikbud juga menetapkan Unipma sebagai 12 perguruan tinggi dengan peraih insentif terbanyak PKM 2020. Ditetapkan lewat sertifikat nomor 10/E2/KM/2020. Prestasi moncer lainnya, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi mengikuti program transfer kredit internasional di Marioano Marcos State University, Filipina. ‘’Kami akan terus konsisten meningkatkan pembinaan mahasiswa. Tahun depan kami berusaha naik peringkat, paling tidak mempertahankan,’’ ungkapnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unipma Bekti Kiswardianta menambahkan, sistem pembinaan selama perkuliahan juga menjadi indikator penilaian. Sejak awal masuk kuliah, mahasiswa diarahkan mengikuti pembinaan di bidang yang diminati. ‘’Bidang apa yang diminati kami dorong untuk berkarya hingga berprestasi,’’ kata Bekti.

Unipma juga lebih dulu mengimplementasikan Merdeka Belajar. Lewat pertukaran pelajar dengan menggandeng perguruan tinggi dari berbagai negara. ‘’Sesuai arahan pimpinan, agar tidak berpuas diri dengan pencapaian. Semangat itu kami tularkan ke mahasiswa,’’ ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Unipma terus berupaya mempertahankan setiap torehan prestasi. Pun, seluruh pembelajaran dan pembinaan mahasiswa tetap berjalan meskipun lewat pembelajaran dalam jaringan (daring). ‘’Pandemi tak menjadi halangan. Kami tetap akan meningkatkan layanan pendidikan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close