Pacitan

Bermasalah, Jembatan Kedungbendo Dibongkar

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Jembatan gantung di Desa Kedungbendo, Arjosari, dibongkar diam-diam. Padahal, jembatan yang membentang di atas Sungai Grindulu itu sama sekali belum dilewati. ‘’Rabu sore (13/11) belum dibongkar, tadi pagi sudah seperti ini,’’ kata Nanang, warga setempat, Kamis (14/11).

Sudah tidak ada lagi badan jembatan maupun pengait besi yang membentang antara dua tiang. Beberapa material bongkaran diletakkan di dasar sungai yang mengering. Tepatnya di bawah masing-masing tiang yang berjarak sekitar 80 meter. Hanya ada bentangan kawat baja di antara dua tiang. Sejumlah pekerja proyek sibuk memasang besi pada bagian tiang.

Jembatan ini sengaja tidak diresmikan setelah rampung dibangun awal 2019. Sebab, terindikasi tidak beres seperti jembatan gantung Banjarsari, Desa Semanten, Pacitan, yang melintir dan menelan korban. Kedua proyek jembatan ini sepaket.

Selama kurun waktu tersebut, warga setempat memanfaatkan jembatan bambu hasil swadaya mereka. Namun, setelah fondasi tiang jembatan gantung selesai dibangun, jembatan darurat hanya bisa dilalui pejalan kaki. Sehingga, kendaraan bermotor harus mencari jembatan lain. ‘’Sekitar satu kilometer dari sini. Harus melewati tebing rawan longsor,’’ ujarnya.

Nanang menyebut, ada tiga dusun yang berharap jembatan gantung segera bisa dimanfaatkan. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim penghujan. Longsor mengancam untuk ke jembatan lain. ‘’Semoga cepat jadi. Tapi, harus kuat agar tidak terjadi petaka seperti di jembatan gantung Banjarsari,’’ harapnya.

Alasan pembongkaran malam hari dan detail jembatan diganti total atau sekadar direhab belum diketahui. Salah seorang pekerja proyek yang enggan ditulis namanya mengatakan bahwa tiang jembatan masih menggunakan yang lama. Hanya dilakukan penguatan fondasinya. ‘’Lebih baik tanya ke pimpinan saja,’’ katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker Wilayah II BPJN VIII Jatim Ramlan mengatakan bahwa jembatan itu bukan lagi wewenangnya. Sebab, tanggung jawab sudah diambil alih induk satker. ‘’Sejak insiden itu (jembatan gantung Banjarsari melintir, Red) diambil alih. Kami yang di sini sama sekali tidak punya tanggung jawab,’’ dalihnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close