Berkeliaran saat Jam Sekolah, Belasan Pelajar Diciduk Satpol PP

336

MADIUN – Sebanyak 16 siswa dari berbagai sekolah dipergoki membolos kemarin (21/1). Tidak hanya nongkrong di sebuah warung, mereka juga kedapatan merokok. Seluruh pelajar itu langsung digiring ke markas satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan.

Awalnya, petugas satpol PP berpatroli sambil keliling wilayah kota sekitar pukul 10.00. Ketika berada di lingkungan Ki Ageng Kebo, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, mereka mendapati laporan dari masyarakat bahwa sejumlah siswa tengah asyik bergerombol di sebuah warung di Gang Melati saat jam sekolah.

Tak ayal, kedatangan petugas membuat mereka kaget. Tetapi, para pelajar itu tidak bisa kabur karena aparat penegak perda sudah mengepung. Siswa langsung dibawa ke markas satpol PP dengan diangkut menggunakan truk patroli.

Mereka harus berada di markas satpol PP hingga dijemput oleh pihak sekolah atau orang tua. Sepeda motor yang dibawa siswa juga diamankan. Tidak berselang lama, seorang pengawas dari dinas pendidikan (dindik) datang. Dia memberikan wejangan kepada para siswa agar tidak mengulangi perbuatannya. ’’Tadinya, mereka nggak ngaku kalau bolos. Setelah kami interogasi dan cocokkan keterangan dari pihak sekolah, akhirnya mengaku,’’ kata (Plt) Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Madiun Sunarto.

Seluruh siswa yang kedapatan membolos itu berasal dari sejumlah sekolah di kota dan Kabupaten Madiun. Antara lain, SMK PGRI 3, SMK YP 17, SMK Gamaliel, SMK Terpadu Balerejo, SMK 2 Madiun, dan SMKN 1 Jiwan. Dari gerombolan pelajar yang terciduk satpol PP itu, dua di antaranya merupakan pelajar perempuan dan seorang pelajar SMPN 8 Madiun.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono menyatakan, operasi itu dilakukan sebagai bentuk mengurangi kenakalan remaja di kalangan pelajar. Menurut dia, banyak siswa yang cangkruk saat jam pelajaran sekolah.

Untuk memberikan efek jera, belasan pelajar itu diberi pembinaan oleh pihak satpol PP. Mereka juga didata satu per satu dan diminta mengisi surat pernyataan. ‘’Mereka selanjutnya kami data dan berikan pembinaan. Termasuk mendatangkan pihak sekolah,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Pembinaan juga bakal diberikan kepada pemilik warung. Mereka diminta tidak memberikan pelayanan terhadap pelajar saat jam sekolah. ’’Nanti pemilik warung juga akan kami panggil. Kami harap mereka bisa membantu membina pelajar agar tidak berada di warung saat jam-jam sekolah,’’ terang Sunardi. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here