BerKAH Sulit Dikejar

450

SEBANYAK 372.077 suara pemilihan bupati (pilbup) telah masuk dalam penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun. Dalam penghitungan sementara hingga pukul 19.30 WIB kemarin (28/6), BerKAH masih belum dapat dikejar oleh dua paslon rivalnya.

Dari total 566.704 pemilih, pasangan calon (paslon) bupati nomor 1 itu berhasil meraup 149.047 suara (40,06 persen). Disusul paslon nomor 3 Djos To dengan 140.330 suara (37,72 persen). Sementara paslon nomor 2 Mas Rio Pas hanya mendapatkan 82.700 suara (22,23 persen). Antara paslon nomor 1 dan 3 terpaut 8.717 suara. Persentase itu terus bergerak seiring bertambahnya suara yang masuk meskipun tak mengubah urutan perolehan suara.

Ketua KPU Kabupaten Madiun Wahyudi menjelaskan, total penghitungan sementara ini baru mencapai 91,22 persen. Atau, 925 TPS dari total 1.014 TPS. Dia mengaku banyak mengalami kendala jaringan selama proses penghitungan sejak hari H pencoblosan (27/6). ‘’Jaringan sering terputus,’’ katanya.

Merujuk total suara yang telah masuk perhitungan itu, maka masih terdapat 194.627 suara yang belum terhitung. Mengingat daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Madiun mencapai 566.704 warga. Memang, tingkat kehadiran warga tidak bisa mencapai 100 persen. Terutama dari mereka yang bekerja di luar daerah dan luar negeri. Sudah diprediksi, yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya itu mencapai 18.000 warga. ‘’Penghitungan ini belum final, karena masih terus berjalan,’’ ujarnya.

Sejatinya, KPU Kabupaten Madiun menarget penghitungan itu bakal kelar di hari H pencoblosan. Namun, hingga keesokan harinya kemarin (28/6) penghitungannya masih belum tuntas. Masih banyak panitia pemungutan suara (PPS) yang belum mengirimkan surat berita acara penghitungan surat suara. Kesibukan pun terlihat dari petugas yang melakukan scanning berita acara dari setiap PPS yang masuk. ‘’Kami terus menghitung dan menunggu berita acara yang masuk,’’ tegas Wahyudi.

Setelah penghitungan itu selesai, bukan berarti pentahapannya sudah selesai. Masih banyak tahapan yang harus dilalui hingga penetapan bupati dan wakil bupati Madiun terpilih. Selama lima hari, perolehan suara pada tingkat tempat pemungutan suara (TPS) itu masih harus direkapitulasi di tingkat kecamatan oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK). Setelah dinyatakan selesai masih perlu dilanjutkan rekapitulasi di tingkat kabupaten oleh KPU. ‘’Kami harap masyarakat sabar menunggu,’’ ucapnya.

Hasil penghitungan itu bakal disampaikan KPU pada 6 Juli mendatang. Tentunya setelah KPU mengadakan rapat pleno terlebih dahulu. Nama yang disampaikan itulah yang nantinya bisa ditetapkan dan dilantik sebagai bupati dan wakil bupati menggantikan duet Muhatrom–Iswanto (Mu-Is). Sekaligus menduduki Pendapa Ronggo Djumeno hingga 2023 mendatang. (bel/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here