Berjuang Amankan Suara Lansia

22

MAGETAN – Bagi sebagian orang, menjadi petugas KPPS seringkali dipandang sebagai gawe yang merepotkan. Sudah repot, honornya tidak seberapa pula. Mereka yang bersedia mengemban tugas sebagai anggota KPPS memang harus rela hadir dalam sejumlah rapat koordinasi dengan kelompoknya.

Kelompok ini dibentuk berdasarkan lokasi TPS. Satu TPS digawangi tujuh petugas KPPS yang terdiri dari satu ketua dan enam anggota. Pengalaman itu dienyam oleh Hariadi. Sebagai ketua KPPS TPS 01 Desa Ngariboyo perannya sangat sentral.

Seperti usahanya meningkatkan partisipasi pemilih dengan menerapkan antar jemput pemilih warga lanjut usia (lansia) dari rumah ke TPS. Begitu juga sebaliknya. ‘’Yang pasti jelas capek (menjadi KPPS). Apalagi kami harus menyelesaikan penghitungan surat suara sampai dini hari,’’ ujarnya, Kamis (18/4).

Diakuinya, pengalaman menjadi anggota KPPS bukan merupakan yang kali pertama. Pada pemilu 2014 lalu, pengalaman serupa pernah dialami oleh Hariadi. Hanya pada pemilu 2019, bebannya lebih berat. Karena prosesnya diselenggarakan secara serentak untuk kali pertama. ‘’Kami harus bekerja dua kali. Karena terdapat penambahan tugas,’’ katanya.

Yang jelas, Hariadi mengaku bangga menjadi anggota KPPS. Karena bisa membantu menyukseskan pelaksanaan pemilu. Meskipun pekerjaannya itu menguras fisik. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here