Beri Pelatihan Software Accounting, Tim PKM Politeknik Negeri Madiun Sasar LazisMu

49
PELATIHAN : Ahmad Kudhori saat mensosialisasikan terkait laporan keuangan yang sesuai dengan Software Accounting dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.109.

MADIUN- Pentingnya suatu pertanggungjawaban laporan keuangan yang sesuai strandart akuntansi keuangan merupakan suatu tolak ukur suksesnya organisasi nirlaba. Terlebih dengan adanya kemajuan teknologi semakin mempermudah dalam pembuatan laporan. Peluang inilah yang dilirik Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemenristekdikti yang dimotori oleh dua dosen Politeknik Negeri Madiun yakni Ahmad Kudhori dan Lutfiyah Dwi Setia. “Pengabdian kami menyasar organisasi nirlaba LazisMu dengan mengimplementasikan Software Accounting,” ujar Ketua Tim PKM Ahmad Kudhori.

Lebih lanjut Dhori menjelaskan, Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) adalah organisasi yang berkegiatan dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah dari masyarakat. Pengabdian tersebut dilatar belakangi karena pengelola dan perencana keuangan yang memegang kendali terhadap aktivitas dan operasional yang belum memahami tentang akuntansi. Dalam hal ini, mereka selalu mencatat transaksi dalam catatan yang sederhana, sehingga kegiatan sering terhambat dalam pembuatan laporan pertanggungjawabannya. “Oleh karena itu kami adakan pelatihan untuk pembuatan laporan keuangan berbasis teknologi, yaitu dengan mengimplementasikan software accounting yang telah dibuat,” jelasnya.

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung dari 23-24 Juli 2019 lalu. Dihari pertama, diberikan pembekalan tentang kajian teori akuntansi, dasar-dasar, prinsip, transaksi dan laporan keuangan, yang kemudian dilanjutkan dengan teori yang lebih spesifik, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.109, yaitu tentang akuntansi zakat/infak sedekah. Pun setiap peserta juga diberikan materi tentang pengenalan dasar-dasar software yang berlanjut dengan menginstal laptop masing-masing peserta dengan aplikasi. Hari kedua, pelatihan difokuskan pada praktik input data dan transaksi ke dalam aplikasi, sampai tersusunnya laporan keuangan,” kata Dhori sapaan akrabnya.

Acara yang sedikitnya diikuti sebanyak 30 peserta tersebut tetap akan berlanjut setelah pelatihan. Dimana tim PKM mendampingi dalam waktu tertentu di kantor LazisMu. Tim tetap melakukan monitoring dan pendampingan dalam menyusun laporan keuangan dengan implementasi software accounting. Hasil yang dicapai dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah tercapainya peningkatan kapasitas SDM di LazisMu dalam mengelola keuangan dan pertanggungjawabannya. “Dengan adanya penelitian ini kami harapkan pengelola dan perencana keuangan di LazisMu menjadi lebih paham,” harap Dhori.

Dengan adanya Tim PKM ini, lanjutnya, juga bisa membantu memecahkan masalah yang dihadapi LazisMu Kabupaten Madiun. Permasalahan tersebut dapat dipecahkan  dengan membuatkan suatu program pelatihan yang memudahkan menyusun laporan keuangan sesuai dengan pedoman akuntansi yang ada, yaitu PSAK 109. “Semoga pengabdian kami sangat bermanfaat dan pelatihan ini dapat memecahkan masalah yang selama ini menjadi kendala bagi pengelola dan perencana keuangan di LazisMu,” pungkasnya. (afi/adv/bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here