Beri Pelatihan Kader PKK Olah Makanan Berbasis B2SA

23

MADIUN – Pelatihan pengolahan pangan lokal diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun. Kegiatan yang digeber 22-23 April itu menggandeng seluruh kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun serta Chef Elisabet Yuliastuti dari Dapoer Boga Sidoarjo di Graha Retno Dumilah. “Kegiatan ini juga bagian dari peringatan hari Kartini,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun Lilin Syarifah Aniesah.

Dia menambahkan tujuan lain penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan para peserta tentang kreativitas penyajian menu makanan untuk keluarga. Utamanya makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) dengan memanfaatkan potensi pekarangan. Menurutnya, konsumsi pangan B2SA sangat penting diterapkan dalam keluarga. Dengan begitu, para ibu-ibu kader PKK dapat mengetahui tentang menu makanan lokal yang dapat diolah sesuai prinsip B2SA. “Dengan memanfaatkan pekarangan, sama halanya membudidayakan pangan lokal seperti umbi umbian dan sayur mayur. Setidaknya ada nilai tambah (gizi) dari menu makanan yang disajikan,” jelas Lilin.

Dia mengungkapkan untuk memenuhi ketahanan pangan keluarga cukup dengan memanfaatkan sumber pangan lokal. Sehingga, ada perbaikan konsumsi pangan. Selain itu, juga mendorong hidup sehat, aktif dan produktif.

Di sisi lain, Lilin menerangkan bahwa konsumsi pangan B2SA juga merupakan persyaratan terbentuknya kualitas generasi yang lebih baik. Sebab, dengan sajian menu berimbang dapat menghindarkan dari masalah kegemukan. Serta meningkatkan inteligensi anak. “Ini juga bagain dari upaya mengatasi stunting yang menjadi perhatian pemerintah saat ini,” ungkapnya.

Untuk itu, para peserta dilatih menyajikan resep-resep baru yang semua bahannya terdiri dari pangan lokal. Di hari pertama pelatihan misalnya, peserta diajari membuat tiga menu makanan yang bahan dasarnya dari daun Kelor (moringa). Seperti Cireng Moringa Ebi, Sop Buntut Moringa, dan Mocaf Moringa Cookies. Selanjutnya pada hari kedua, peserta diajari menyajikan makanan olahan dengan berbahan dasar daun Katuk. Seperti siomay egg roll katuk, sagu keju katuk dan gulai ayam kacang hijau katuk. “Pelatihan ini mendorong para ibu-ibu dalam menciptakan dan mengembangkan menu B2SA berbasis sumber daya lokal,” terang Lilin.

Dia menjelaskan adapun alasan dipilihnya daun kelor (moringa) dan katuk sebagai menu pelatihan karena dianggap mengandung banyak unsur vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh manusia. Selain itu, dua jenis tamanan tersebut mudah ditanam di wilayah tropis maupun sub tropis. Serta bermanfaat bagi tumbuh kembang anak dengan baik. “Peserta juga diminta untuk mengolah resep makanan yang sebelumnya telah diperagakan oleh chef. Disamping diselingi kegiatan yel-yel dari masing-masing tim,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun Penta Lianawati Ahmad Dawami mengungkapkan pelatihan pengolahan makanan semacam ini sangat menumbuhkan inovasi dari para ibu-ibu. Karena mereka dituntut mampu mengolah menu makanan dengan menggunakan bahan pangan lokal. “Diharapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan kepada ibu-ibu akan pentingnya pemenuhan gizi kepada keluarga dari makanan yang berbasis B2SA,” harapnya. (tp1/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here