Berguru ke Malang, Helen Nadya Buka Praktik Baby Spa

414

Kecintaan Helen Nadya Ghofian kepada bayi mengantarnya menjadi terapis baby spa. Bayi-bayi rewel tak jarang dihadapinya. Tidak asal main pijat, ada jurus-jurus tertentu untuk menghadapi bayi-bayi sesuai umurnya.

—————-

DUA bola mata Hafiy tampak berbinar. Bayi sembilan bulan itu sesekali berceloteh lucu. Bibir merahnya yang terus melebar sesekali pecah menjadi tawa. Dalam posisi tengkurap, Hafiy terlihat menikmati betul pijatan jempol tangan Helen Nadya Ghofian di telapak kakinya. ‘’Ini sudah antrean yang ketiga hari ini. Kebetulan masih sepupu,’’ kata Helen sambil berganti meraih kaki sebelah bayi di hadapannya.

Helen merupakan seorang terapis baby spa. Profesi tersebut ditekuni sejak akhir 2017. Tepatnya, sesaat setelah lulus dari Poltekkes Kemenkes Surabaya di Magetan. Pascalulus, gadis 22 tahun ini ambil pelatihan di Malang. ‘’Kebetulan suka lihat tingkah polah bayi,’’ ungkapnya.

Nuansa anak kental terasa di tempat praktik warga Dusun Masekan, Desa Wakah, Ngrambe, ini. Berbagai mainan tergeletak di sekitar tempatnya memijat. Pun, tembok kelir biru tak luput ditempeli bermacam stiker khas anak-anak. ‘’Awalnya belum punya tempat seperti ini. Dulu keliling,’’ ujarnya.

Sejatinya, ragu sempat menjalari benak Helen sebelum bertolak ke Malang mengikuti pelatihan baby spa. Namun, sesaat setelah paham tentang manfaat pijat-memijat bayi, semangatnya kembali mekar. Anatomi dan psikis bayi dipelajarinya sungguh-sungguh. ‘’Bayi harus benar-benar dalam kondisi nyaman saat dipijat,’’ terang Helen.

Helen sempat kebingunan saat kali pertama mendapat klien. Saat itu, dia home care ke salah seorang tetangga. Kebetulan, bayi pertama yang dia sentuh itu rewel dan menangis. Seketika, ingatannya melejit ke pelatihan yang dijalani sebelumnya. ‘’Bayi rewel saat dipijat itu karena merasa tidak nyaman. Penyebabnya bisa karena lapar, ngantuk, dan biasanya belum mandi sehingga bayi risih,’’ paparnya.

Keseharian Helen sekarang ini tak jauh-jauh dari bayi. Mulai yang baru lepas tali pusarnya sampai yang sudah bisa berbicara. Lain usia lain pula penanganan yang diberikan. Pijat bisa dilakukan ke segala umur bayi. Sementara treatment senam dan renang, minimal usia empat bulan. ‘’Secara garis besar, baby spa itu tujuannya untuk memaksimalkan tumbuh kembang bayi,’’ jelasnya.

Bungsu dua bersaudara pasangan Mahmudah dan Abdul Ghoni ini tidak sembarangan menerima klien. Saat datang bayi dalam kondisi mengalami gangguan kesehatan, dia menolak memijat. ‘’Ada teknik khusus untuk memijat bayi yang sedang sakit,’’ tutur Helen.

Menahun menjadi seorang terapis, Helen biasa mendapat klien bayi yang lahir prematur. Bahkan, hingga berlangganan dengan jadwal rutin. Ya, dia kerap memijat bayi-bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2,5 kilogram. Kondisi yang seperti itu mengharuskannya membuat catatan pertumbuhan dan perkembangan klien. ‘’Baby spa itu pijatan yang merangsang metabolisme bayi. Biar makan segar, nafsu makan baik, dan sistem imunnya lebih kebal,’’ urainya. ***(deni kurniawan/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here