Berburu Lobster, Nelayan Hilang Dihantam Gelombang

121

PACITAN – Tiga sekawan nelayan, Gunawan 37, Winarto 26, dan Purwadi 28, terombang-ambing gelombang di tengah lautan. Itu setelah kapal Ghandiwa terbalik akibat hantam ombak setinggi tiga meter sekitar pukul 16.00, Selasa lalu (11/12).

Mereka mencoba berpegangan erat di badan kapal yang terbalik. Namun, terjangan ombak di perairan Watukarung, Pringkuku, membuat pegangan Gunawan terlepas. ‘’Kami berusaha berpegangan kapal. Tapi, lima belas menit kemudian ada dua gelombang besar lagi, saya dan Winarto bertahan,’’ kata Purwadi, salah seorang nelayan yang selamat, kemarin (12/12).

Purwadi mengungkapkan, mereka berencana memasang jaring lobster dekat karang tak jauh dari Pantai Kasap, Watukarung. Namun, baru berlayar sekitar tiga kilomater dari bibir pantai, tiba-tiba cuaca memburuk. Gelombang besar menerjang mereka. Padahal, sebelum berangkat cuaca cukup bersahabat. ‘’Walaupun gelombang tinggi, tapi gak terlalu berbahaya,’’ ujar warga Dusun Ketro, Watukarung, ini.

Sebelum hilang ditelan ombak, dia sempat mencoba meraih Gunawan. Namun, warga Dusun Karangnongko, Watukarung, itu terus menjauh terseret ombak. Purwadi menduga rekannya kehilangan kesadaran. Winarto, rekan lainnya, juga lemas. Namun, masih dapat berenang untuk kembali berpegangan ke kapal. ‘’Saat saya coba cari lagi, (Gunawan) sudah hilang, akhirnya ada kapal nelayan lain yang datang menolong kami,’’ ungkap Purwadi.

Komandan Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek Andri Dwi Prasetya menambahkan, bersama petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), SAR MTA, serta nelayan setempat langsung menyisir lokasi hilangnya Gunawan. Setidaknya 35 petugas gabungan terlibat mencari korban menggunakan perahu. Pun memantau dari atas tebing. ‘’Kami sisir hingga sekitar tiga-empat nautical mile dari titik terbaliknya perahu,’’ jelasnya.

Adri menambahkan, cuaca yang kurang bersahabat jadi kendala proses pencarian. Apalagi di lokasi kejadian banyak karang. Sehingga, proses pencarian butuh kehati-hatian ekstratinggi. Pasalnya, gelombang tinggi dinilai membahayakan tim penyelam. Dia berharap proses pencarian tak terhalang cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan lebat. ‘’Kami terus melakukan pencarian, kita harapkan yang terbaik,’’ ucapnya.

Peristiwa hilangnya seorang nelayan tersebut mengundang rasa penasaran warga sekitar. Mereka berbondong-bondong di bukit Pandang Kasap untuk ikut memantau situasi. Hingga berita ini ditulis, pencarian masih terus dilakukan. Pun warga masih banyak yang bergerombol di pantai tak jauh dari lokasi kejadian. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here