Magetan

Berbagi Wifi di Kantor Administrasi

Disdikpora Minta Bantuan 207 Pemdes

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan ketiban sampur masalah pembelajaran virtual. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu diminta dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) untuk memfasilitasi akses wifi 207 kantor desa di 15 kecamatan. ‘’Kami mohon agar pemdes (pemerintah desa, Red) diberi tahu untuk membantu akses wifi,’’ kata Kepala Disdikpora Magetan Suwata Senin (7/9).

Suwata menyebut, fasilitas wifi untuk membantu siswa terkendala internet. Khususnya yang tinggal di daerah susah sinyal. Pihaknya sengaja tidak menentukan pemdes mana saja yang memfasilitasi pembelajaran daring tersebut.

Sebagian besar pemdes telah memasang teknologi komunikasi nirkabel itu untuk administrasi layanan publik. ‘’Bisa dikembangkan untuk bantu siswa di jam efektif belajar. Siswa belajar di kawasan kantor desa,’’ terangnya.

Menurut Suwata, pemdes terlibat dalam upaya menyukseskan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan berbagi wifi itu tersirat pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2020-2021. ‘’Kami sampaikan permintaan ini ke DPMD lewat surat,’’ ujarnya.

Hingga kini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 masih melarang kegiatan belajar-mengajar (KBM) tatap muka. Menilik masih tingginya persebaran virus itu. Selain daring, ada guru kunjung ke rumah sejumlah siswa. Membentuk kelompok belajar kecil maksimal lima orang. (odi/c1/cor)

Swab Belum Keluar, Dinkop UMKM Sudah Dibuka

DINAS Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Magetan sudah beroperasi sejak pekan lalu. Padahal, hasil uji swab sejumlah aparatur sipil negara (ASN) kantor itu belum keluar. Salah satunya Kepala Dinkop UMKM Parminto Budi Utomo. ‘’Sudah buka sejak Kamis (3/9),’’ kata Ketua Tim Asesmen GTPP Covid-19 Magetan Venly Tomi Nicholas Senin (7/9).

Venly menyebut, pembukaan kantor dinkop UMKM atas seizin GTPP. Seluruh ruangan disemprot cairan disinfektan selama tiga hari. Selain itu, protokol kesehatan diperketat. Sementara, yang diperbolehkan ngantor adalah ASN yang tidak ikut kegiatan pelatihan rias pengantin. Bila mengalami gejala batuk, pilek, dan lainnya diminta tidak masuk. ‘’Yang tujuh ASN itu masih isolasi di rumah,’’ ujarnya.

Pantauan Radar Magetan kemarin siang, kantor di Jalan Tripandita itu sangat lengang. Satu-dua pejabat terlihat keluar masuk. Tidak ada tamu dari luar.

Sementara, Juru Bicara GTPP Covid-19 Magetan Saif Muchlissun menyebut tidak ada penambahan pasien positif per kemarin. Kumulatif masih 263 kasus. ‘’Jumlah kesembuhan 177 pasien,’’ katanya. (odi/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close