Berat Badannya di Bawah Normal, Dua Balita Gizi Buruk Opname

40

PACITAN – Dua balita asal Kecamatan Pringkuku harus dirawat intensif di Ruang Soka RSUD dr Darsono Pacitan sejak 12 hari lalu. Yakni Riyan Trisana Putra, 4 asal Desa Dadapan dan Ridho Mulhardiyansah, 3. Keduanya opname sejak Kamis (11/4) lalu. ‘’Menurut bidan puskesmas,  pertumbuhan anak saya tidak maksimal sehingga dirujuk ke RSUD,’’ kata Mulyadi, ayah Ridho Mulhardiyansah, kemarin (22/4).

Menuryt Ridho, berat badan anaknya hanya 8,06 kilogram. Normalnya, lebih dari 10 kilogram. Mulyadi belum tahu kapan buah hatinya bisa dibawa pulang. Menurut dia, saat ini Ridho menjalani perawatan pemberian nutrisi susu setiap hari. Diperkirakan sampai bobot Ridho sesuai standar anak seusianya. ‘’Sebenarnya lincah. Cuma bobot tubuhnya kurang,’’ ungkapnya.

Suami Suharti tidak kaget dengan kondisi Ridho saat ini. Sebab, sejak lahir anak keduanya itu sempat diinkubasi lantaran berat badannya kurang. Pun kondisi kesehatannya tidak stabil. Bahkan, dokter sempat mendiagnosa buah hatinya mengalami kebocoran jantung. ‘’Setelah diperiksakan ke RSUP dr Sardjito Jogjakarta, terjadi penyempitan dan terserang virus rubella,’’ jelasnya.

Sejak usianya masih sekitar sembilan bulan, Mulyadi dan Suharti kerap wira-wiri Pacitan- Jogjakarta untuk kontrol rutin anaknya. Dalam seminggu bisa dua hingga tiga kali. Meski peserta BPJS Kesehatan, namun biaya transportasi hingga konsumsi setiap kali kontrol sekitar Rp 1 juta. Hingga kini sudah kontrol sekitar 27 kali.

Untuk mencukupinya, Mulyadi harus pinjam uang ke kerabat dan tetangga. Bahkan tidak jarang harus menjual ternak hingga tanah miliknya. ‘’ Kalau demi anak sudah tidak berpikir apa-apa,’’ tegas pekerja serabutan di laut itu.

Kondisi sama dialami Riyan, sapaan akrab Riyan Trisana Putra. Balita kelahiran 29 Desember 2014 lalu itu sudah hampir dua pekan di RSUD dr Darsono Pacitan. Awalnya Riyan diperiksakan ke puskesmas karena kesehatannya sedang tidak baik. Ternyata, riyan harus dirujuk lantaran mengalami gizi buruk. Kondisi tersebut sudah diketahui sejak masih kecil. ‘’Timbangan (berat badan)-nya nggak naik,’’ tutur Erlina, ibu Riyan.

Suryanita Maharsanti, perawat pelaksana Ruang Soka RSUD dr Darsono, membenarkan dua balita tersebut  mengalami gizi buruk. Ridho masuk dengan berat badan 8,06 kilogram sedangkan Riyan 9,7 kilogram. Itu tidak sesuai dengan standar usianya. Awalnya keduanya diberi nutrisi susu melalui selang naso gastric tube (NGT). Lantaran sering terlepas, akhirnya diberi susu formula secara langsung. Kapan keduanya pulang, dia belum bisa memastikan. ‘’Pulangnya tergantung dokter. Ada target berat badan yang harus dicapai,’’ jelasnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here