Madiun

Beras Bantuan Molor Sepekan, Dinsos-P3A Pastikan Besok Terdistribusi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Beras bantuan pemerintah belum dapat dimasak. Bantuan sosial beras (BSB) yang seharusnya terdistribusi sejak September itu molor.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Madiun sempat mengalami kebuntuan koordinasi dengan transporter beras. Setelah koordinasi hingga empat kali, barulah disepakati penyaluran bakal dimulai besok (7/10). ‘’Yang bersangkutan (transporter, Red) baru mengenal Madiun sehingga perlu koordinasi. Apalagi BSB ini merupakan program baru dari pemerintah,’’ kata Koordinator PKH Kota Madiun Tri Yuniwati.

Penyaluran BSB dipecah ke 30 titik. Guna mengantisipasi kerumunan, tiap titik diambil dari lokasi terdekat kediaman penerima bantuan. ‘’Bisa diambil di kelurahan, RW, atau rumah kelompok penerima PKH serta di e-warung,’’ terangnya.

Pendistribusian BSB tahap pertama dan kedua (jatah Agustus-September) ditargetkan rampung tiga hari ke depan (7-9/10). Penyaluran bakal dimonitoring pendamping PKH sekaligus memastikan keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat beras kualitas medium. ‘’Harga berkisar Rp 10.250,’’ sebutnya.

Kepala Bidang Perlindungan Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Dinsos P3A Kota Madiun Esti Handayani menyampaikan BSB diberikan selama tiga bulan. Setiap penerima mendapatkan 15 kilogram setiap bulan. Total 2.819 KPM sebagaimana surat perintah pencairan dana (SP2D) Juli 2020. ‘’Agustus, September, dan Oktober. Semuanya kami jadwalkan bulan ini,’’ kata Esti.

BSB untuk meringankan beban warga kurang mampu di masa pandemi Covid-19. Diupayakan, ke depan penyaluran tepat waktu. ‘’Mata pencarian jelas lumpuh, makanya ini sikap pemerintah untuk memberikan bantuan tambahan yang wujudnya beras,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close