AdvertorialMadiunPendidikan

Beradu Kreativitas di Kampung Seni Smala

MADIUN – Sudah saatnya kecerdasan tidak diukur dari nilai akademik saja. Aspek non-akademik tak bisa juga tidak bisa diabaikan. Jika kedua unsur tersebut dikolaborasikan dan diasah, soal prestasi tinggalah menunggu waktu. ’’Hakikat mendasar, kebutuhan dasar anak harus dipenuhi dulu. Kalau sudah, anak mau kok mengikuti perintah kita (guru),’’ kata Waka Kurikulum SMAN 5 Madiun Mijo.

Inilah yang kemudian menjadi dasar terselenggaranya Kampung Seni Smala yang berlangsung kemarin (11/4). Ratusan murid tumpah ruah di halaman sekolah. Mereka antusias mengikuti setiap rangkaian acara dari pagi sampai sore hari. ’’Untuk hari ini kegiatan belajar mengajar kami diliburkan,’’ kata Marhedi Edi Harto ketua panitia acara kepada Radar Madiun.

Ada sembilan stan seluruhnya berasal dari Kelas XII. Setiap kelas bebas berkreasi menghias tenantnya masing-masing. Di dalamnya dipamerkan beragam jenis produk kreasi siswa untuk ujian praktik mata pelajaran kewirausahaan. Kemudian dinding stan menggantung puluhan lukisan, dari sebagiann hasil ujian praktik mata pelajaran seni budaya. ’’Itu nggak cuman dipamerkan, tapi juga dijual. Jadi, ada guru yang membeli lukisan anak-anak, selain itu jadi nilai tambahan ujian praktik mereka,’’ jelasnya. ’’Untuk peserta kelas XII mengisi stan, kelas X dan  XI kebagian tugas mereview acara juga lukisan,’’ imbuhnya.

Melihat animo siswa yang baik diharapkan ke depan kegiatan sejenis bisa dinikmati masyarakat umum. Hanya saja yang membedakan, sekolah akan menyeleksi karya terbaik untuk dipamerkan ke ruang publik. Sebab, kata dia, kegiatan ini menjadi wadah siswa menggali kreativitasnya. Dengan memamerkan produk kewirausahaan maupun seninya, menumbuhkan rasa kepuasan tersendiri. ‘’Anak juga dilatih untuk merencanakan kegiatan, melaksanakan tugas sampai melaporkan, juga kerjasama,’’ bebernya.

Sementara itu, kampung seni kali ini juga bersamaan dengan perayaan momentum hari Kartini. Pasalnya, minggu depan sekolah disibukkan dengan penilaian akhir semester (PAS). Juga mendekati bulan Ramadan. Tak heran acara berlangsung meriah dan semarak. ‘’Jadi ini dianggap waktu yang tepat,’’ paparnya.

Banyak pelajar yang merasakan bisa terbantu menentukan prodi jurusan ketika lulus. ’’Ada bakat terpendam, seperti yang suka menari di hari kartini ada lomba tari, bisa memilih jurusan tari di perguran tinggi,’’ kata Sekar Jasmine Abdillah kelas X IPS 2 yang juga ketua pelaksana hari Kartini. (adv/dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close