Bentuk Pansus Nilai LKPj Wali Kota

74

MADIUN – Wali Kota Sugeng Rismiyanto (SR) resmi menyerahkan laporan keterangan dan pertanggungjawaban (LKPj) 2018 ke DPRD Kota Madiun. Kemarin (19/3) pimpinan dewan menetapkan panitia khusus (pansus) yang bakal membahas laporan tersebut.

Lewat pansus itulah, kinerja SR bakal dibelejeti. Meski sarat muatan politis, pimpinan pansus menyebut bahwa penilaian bakal dilakukan secara objektif. Melalui rapat paripurna terbatas, pimpinan dewan telah menetapkan struktur keanggotaan pansus LKPj. Ketuanya tidak lain Subiyantara. ‘’Kami punya peran untuk menilai atau mengevaluasi atas LKPj wali kota,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Istono.

Sesuai rencana, LKPj itu bakal dibahas pansus. Hasil pembahasan akan diserahkan kepada seluruh fraksi di DPRD. Ending-nya, setiap fraksi diberi kesempatan memberikan penilaian terhadap kinerja SR selama memimpin Kota Madiun pada 2018.

Indikatornya adalah target yang dibuat wali kota. Selain itu, pansus mengkaji perbandingan capaian kinerja wali kota dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) lima tahunan. ‘’Capaian sudah baik. Tapi, untuk mencapai kesempurnaan masih butuh waktu,’’ ujar Istono.

Sebab, memang ada beberapa urusan yang belum memenuhi target maksimal. Misalnya, fungsi penunjang urusan pemerintah daerah (pemda) seperti nilai akuntabilitas kinerja masih B. ‘’Konsekuensinya pemkot harus memprogramkan kembali dan menyelesaikan,’’ tuturnya.

Istono mengungkapkan, pihaknya mempunyai waktu 25 hari kerja untuk menyelesaikan pembahasan LKPj wali kota tahun 2018. Dia berharap proses itu sudah bisa selesai sebelum pemungutan suara Pemilu 2019. ‘’Tapi, yang pasti kinerja BaRis selama dua periode ini patut diberi apresiasi. Karena mampu menjaga kondusivitas Kota Madiun serta pembangunan yang baik,’’ beber politikus Partai Demokrat itu.

Sementara itu, dalam nota pengantarnya, SR menyampaikan tentang capaian-capaian di berbagai urusan wajib dan pilihan selama satu tahun terakhir. Seperti meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dari 5,93 persen pada 2017 menjadi 5,98 persen pada 2018. Serta persentase jumlah penduduk miskin di Kota Madiun yang kini tinggal 4,49 persen. Lalu, indeks pembangunan manusia (IPM) pada 2018 sebesar 80,15 meningkat dibanding 2017 lalu yang hanya 80,13. (her/c1/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here