Ngawi

Bengawan Solo Diduga Tercemar, Warga Berburu Ikan Mabuk

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Aliran Bengawan Solo beberapa hari terakhir berubah menghitam. Selain berubah warna, air sungai itu mengeluarkan bau anyir. Sementara, ribuan ikan naik turun ke permukaan seolah mabuk akibat kesulitan oksigen.

Sukiman, salah seorang warga, menyebut bahwa menghitamnya aliran Bengawan Solo merupakan fenomena tahunan. Persisnya saat air kali surut di musim kemarau. Perubahan warna air tersebut diduga akibat tercemar limbah pabrik tekstil di hulu sungai masuk wilayah Jawa Tengah. ‘’Tapi, kalau musim penghujan, limbahnya tidak kelihatan,’’ ujarnya Rabu (25/9).

Sepengetahuannya, sepanjang musim kemarau kali ini sudah sekitar 10 kali aliran Bengawan Solo menghitam. Sekali terlihat normal, namun hanya bertahan satu hingga dua hari.

Aliran sungai yang diduga tercemar limbah pabrik tersebut dimanfaatkan sejumlah warga untuk berburu ikan. Mereka membawa beragam peralatan seperti jaring, serok, hingga senapan panah. ‘’Lumayan, bisa buat lauk,’’ ucap Sutrisno, warga Desa Selopuro, Ngawi.

Selain dari pinggir sungai, beberapa warga rela berbasah-basah nyemplung ke tengah sungai untuk berburu ikan. Sebagian sengaja naik pelampung dari ban bekas. Mengikut aliran kali sembari membentangkan alat tangkap masing-masing.

Ada pula yang menggunakan perahu untuk menjaring ikan. ‘’Kalau sudah terbiasa (nyebur ke sungai) nggak terasa gatal-gatal kok,’’ imbuh Sutrisno sembari menyebut dalam sejam mampu menangkap hingga satu kilo ikan.

Meski bercampur limbah pabrik, kondisi ikan yang ditangkap tergolong segar. Pun, usai dibersihkan dan diolah, rasanya tidak berubah dan tak menimbulkan gejala keracunan. Meski begitu, dia khawatir jika aliran sungai terus-terusan tercemar, lambat laun ikan-ikan berukuran kecil mati. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close