Magetan

Bendungan Gonggang Tercemar Sampah

MAGETAN – Sampah menjadi momok bagi pengembangan pariwisata Magetan. Selain di Telaga Sarangan, tumpukan sampah juga menggenang di permukaan air Bendungan Gonggang. Kondisi itu cukup memprihatinkan.

Karena fungsi bendungan yang dibangun sejak 2011 itu sebagai penyuplai air baku bagi 3 ribu kepala keluarga (KK) dan seluas 1.750 hektare lahan pertanian warga di wilayah Parang dan Lembeyan. Tak heran banyak masyarakat yang mengeluh akan persoalan lingkungan tersebut. ‘’Kondisi semacam ini banyak kami lihat saat volume air (bendungan) sedang niak,‘’ kata Pengelola Bendungan Gonggang, Anis Hidayat kemarin (24/3).

Anis mengungkapkan tumpukan sampah itu berasal dari pengunjung. Sebenarnya, sosialisasi secara lisan maupun tulisan terkait larangan membuang sampah di permukaan air bendungan telah dilakukan. Namun, masih ada saja pengunjung yang membandel. ‘’Untuk mengurangi volume sampah di permukaan air bendungan, kami bersama pokdarwis Desa Janggan, setiap Minggu melakukan pembersihan,’’ ungkapnya.

Tercemarnya air bendungan dengan sampah sangat disesalkan juga oleh Darmo, Kepala Desa Janggan. Menurut dia, kondisi itu sangat merugikan masyarakat yang memanfaatkan air baku dari bendungan tersebut. Termasuk mengancam keberadaan pintu air bendungan karena tersumbat sampah. Sehingga, suplai air untuk mengaliri sawah warga bisa terganggu. ‘’Yang pasti, adanya tumpukan sampah itu banyak pihak yang di rugikan,’’ tuturnya.

Keberadaan tumpukan sampah itu, lanjut dia, juga mengancam rencana pengembangan Bendungan Gonggang yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Pemkab Magetan. Karena bisa menurunkan animo kunjungan wisatawan ke bendungan tersebut. ‘’Kami berikan sanksi tegas bagi mereka yang kedapatan membuang sampah sembarangan,’’ kata Darmo. (mgc/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close