Belum Setahun Trotoar Twin Road Sudah Hancur

72

MAGETAN – Belum juga setahun dibangun, trotoar  twin road Sukomoro-Maospati sudah ambles. Tepatnya trotoar yang berada di sisi utara jalan. Paving yang ditata rapi itu pun tampak berantakan. Jelas saja fasilitas untuk pejalan kaki itu jadi mubazir. ’’Ya, memang ambles. Kami sudah mengeceknya,” kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muchtar Wahid.

Kendati sudah mengetahui kondisi amblesnya trotoar, Muchtar tak bisa berbuat banyak. Sebab, pembangunan trotoar menjadi satu paket dengan twin road. Di mana, pembangunan itu digawangi oleh Pemprov Jatim. Sehingga, jika terjadi kerusakan, pihaknya hanya bisa mengomunikasikan kepada Pemprov Jatim. Tak bisa seenaknya mengambil alih perbaikan. ’’Akan kami koordinasikan supaya cepat diperbaiki. Sebelum semakin melebar amblesnya,’’ ujarnya.

Menurut Muchtar, amblesnya trotoar itu lantaran struktur yang tidak kuat. Yakni, pemadatan yang belum sempurna. Sehingga, hanya berselang beberapa bulan pasca rampungnya pembangunan, sudah ambles. Lain cerita jika pemadatan dasar konstruksi itu kuat, tidak akan ambles seperti sekarang ini. ’’Karena belum lama (dibangun, Red) makanya sudah ambles,” tuturnya.

Amblesnya trotoar itu, dikatakan Muchtar, kebanyakan berada di atas saluran air. Memang, butuh penanganan khusus pemasangan paving trotoar yang berada di atas saluran air. Agar tidak merusak saluran, namun trotoar tetap awet. Meski ambles, namun tidak mengganggu saluran yang berada di bawahnya. “Tahun ini ada pembangunan twin road lanjutan. Siapa tahu bisa ditangani yang ambles,” katanya.

Diketahui, pembangunan trotoar pada sisi utara jalan itu menjadi satu paket dengan pembangunan twin road yang digawangi Pemprov Jatim. Pemprov mengucurkan anggaran hingga Rp 8,89 miliar tahun lalu. Jalan di sana dilebarkan hingga menjadi 14 meter. Dalam pembangunannya, bangunan warga harus dikorbankan. Tak jarang rumah dan toko yang kehilangan teras. “Jalannya memang dilebarkan dari sebelumnya,” terangnya.

Lantaran hanya sisi utara jalan yang ditambahi trotoar, tahun lalu pemkab juga turun tangan dengan membangun trotoar pada sisi selatan jalan. Rp 3,27 miliar yang sudah digelontorkan pemkab. Namun, tampaknya kualitas trotoar itu jauh berbeda. Sebab, pada sisi selatan jalan tak tampak trotoar yang rusak atau ambles. “Pembangunan trotoar itu otomatis harus membangun saluran di bawahnya juga,” pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here