Belum Serah Terima, Dewan Warning Pelaksana

79

PONOROGO – Terjawab sudah. Provisional hand over (PHO) atau serah terima pekerjaan proyek pasar sementara batal terlaksana sesuai jadwal kemarin (29/12). PT Bumi Lindung urung menuntaskan proyek senilai Rp 6,8 miliar itu.

Bahkan, Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Ponorogo juga belum mendapat kepastian. Kemarin (29/12) kasi intel Kejari Ponorogo itu mudik ke NTT. Dia sempat berusaha menanyakan kepastian PHO itu kepada timnya di Ponorogo. Namun, sampai sore belum ada konfirmasi lanjutan. ‘’Saya coba cek ke tim (TP4D). Nanti kalau semisal sudah ada komunikasi, langsung saya kabari,’’ janji Ketua TP4D Kejari Ponorogo Kundrat Mantolas.

Radar Ponorogo mencoba memastikan di lapangan. Hingga sekitar pukul 16.30, pekerja masih menyelesaikan pekerjaan paving di seputaran pasar. Anggota Komisi B DPRD Agung Priyanto juga mengonfirmasi belum menerima kabar kejelasan PHO pasar yang akan menaungi ribuan pedagang dari tiga simpul pasar tersebut. ‘’Komisi B belum menerima informasi PHO,’’ katanya kemarin siang.

Sesuai penjelasan Kepala Disperdakum Addin Andanawarih sebelumnya, jadwal PHO ditetapkan 29-30 Desember. Lantas, kepastian apakah PHO masih sesuai jadwal atau tidak, akan terlihat hari ini. Agung menekankan, proyek pasar sementara harus dituntaskan akhir tahun. ‘’Anggaran 2018 ya harusnya selesai 2018. Artinya, paling lambat 31 Desember. Kalau sampai molor lewat tahun, jelas ada sanksi,’’ tegasnya.

Menurut Agung, yang paling dibutuhkan pedagang dari proses panjang relokasi itu adalah kepastian. Pekerjaan konstruksi, bukanlah perkara sehari atau dua hari. Seharusnya, semua pihak berpedoman pada dokumen kontrak yang ada. Di sanalah, hak dan kewajiban semua pihak tertera. ‘’Sudah ada aturan mainnya. Tetap harus optimistis selesai karena itu menyangkut hajat orang banyak. Tanggung jawab di pelaksana sebagai pihak yang mendapatkan tender proyek itu,’’ tegasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here