Belum Sempurna, Proyek Pasar Somoroto Sudah Serah Terima

88

PONOROGO – Proyek Pasar Somoroto menyisakan catatan. Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Ponorogo menyatakan PT Anggaza Widya Ridhamulia (PT AWR) belum menyelesaikan pekerjaan di beberapa titik. ‘’Ada beberapa bagian yang belum rapi. Kami minta bongkar dan dikerjakan ulang,’’ kata Ketua TP4D Ponorogo Kundrat Mantolas.

Radar Ponorogo meninjau pasar tradisional itu, Senin pagi (28/1). Sejumlah pedagang hilir mudik meninjau lapak-lapak baru. Di luar, pekerja PT AWR tampak masih melanjutkan pekerjaan. Padahal, megaproyek itu telah diserahterimakan Jumat lalu (25/1). ‘’Keramik ada yang pecah. Lalu pengecatan di sisi luar. Intinya, secara estetika kurang masuk,’’ ujarnya.

Kendati catatan pekerjaan itu tidak termasuk kontrak melainkan partisipatif, rekanan tetap harus memperhatikan. Juga, melunasi denda atas keterlambatan pekerjaan. ‘’Terhitung sejak habis deadline hingga serah terima,’’ tutur Kundrat.

Apa tanggapan pedagang? Diah Marsiti, pedagang sayur-mayur, justru mengeluhkan ruang niaga yang tidak sesuai harapan. Lapak yang disediakan untuk komoditas sayur dinilai terlalu tinggi. Ini merepotkan pedagangnya yang biasa lesehan. ‘’Sudah usul, tapi ditolak karena harus sesuai gambar (desain). Kalau untuk daging ayam, sapi, atau ikan, mungkin cocok,’’ kata perempuan yang sudah berdagang 15 tahun di Pasar Somoroto itu.

Dardiri, pedagang jajanan, juga berpendapat sama. Menurutnya, pasar baru memang lebih cocok bagi pedagang daging ayam, sapi, maupun ikan. Untuk sayur-mayur, dia juga merasa kurang pas. Namun, Dardiri tetap mengapresiasi desain pasar yang kini lebih modern. ‘’Untuk ukuran lapak, kurang lebih sama dengan yang sebelumnya,’’ ujar pria yang selama pembangunan berdagang di sisi selatan pasar itu. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here