Madiun

Belum Move On dari Ajang Porprov

Oleh: Inda Raya

GELARAN porprov memang baru saja usai. Tapi, saya masih belom bisa move on dari semua warna-warninya. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya didapuk menjadi ketua kontingen Kota Madiun. Sebanyak 171 atlet didampingi ofisial dan pelatih berangkat ke empat daerah yang menjadi venue. Meliputi Lamongan, Bojonegoro, Gresik, dan Tuban. Mereka berlaga di 23 cabang olahraga (cabor) dan satu cabor eksebisi.

Rasa bangga sekaligus deg-degan terasa. Membayangkan bagaimana nanti atlet-atlet kita saat berlaga di cabor masing-masing. Akankah mereka tetap fit? Akankah bisa maksimal saat bertanding? Bagaimana perolehan medali? Apakah akan ada yang terluka? Akankah makan siang bisa tepat waktu? Bagaimana kalau ada komplain? Dan masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam benak ini.

The adventure is begin. Pada 6 Juli 2019, opening ceremony Porprov VI Jatim dilaksanakan di Lamongan. Bersama kurang lebih 60 atlet yang ketika acara tak kunjung dimulai, kami pun akhirnya memilih menunggu sembari duduk nglesot. Bersenda gurau sambil makan roti bluder. Sesekali ngakak karena jokes-jokes mereka. Ketika akhirnya acara pembukaan dimulai, rasa haru saat ikut defile di lapangan, musik menggelegar menambah rasa. Ehm, entahlah, rasa yang tidak bisa terungkapkan. Ibu gubernur, bapak wali kota, dan ketua KONI Kota Madiun tampak berdiri serta melambaikan tangannya kepada kami. Atraksi kembang api yang spektakuler juga menambah kesan tersendiri bagi kami.

Pada 9 Juli, trayek saya ke Bojonegoro. Udah kayak gangsingan. Setelah menyaksikan judo, lanjut mendampingi  atlet tenis meja. Seru banget. Apalagi berhadapan dengan atlet nasional. Tapi alhamdulillah, baik atlet judo maupun tenis meja bisa mendulang medali. Jadi, pulang ke Kota Madiun dengan riang gembira.

Empat jam tidur sudah lebih dari cukup. Ketika mendadak jadwal pertandingan cabor renang yang sebelumnya diinfokan malam, maju jadi siang. Pada 10 Juli, jam 8 pagi, langsung tancap gas ke Gresik. Setibanya di sana, malah cabor renang ditunda. Bergeserlah saya mendampingi atlet muay thai yang kebetulan ada satu lokasi dengan basket serta panahan. Pas banget atlet muay thai Kota Madiun akan bertanding. Sorak-sorai kami para suporter membahana di venue Wahana Ekspresi Pusponegoro. Regu basket putri Kota Madiun juga bertanding. Dan alhamdulillah atlet-atlet muay thai banyak yang masuk final.

Tiba saatnya untuk closing ceremony, 13 Juli 2019, di Stadion Bumi Wali Tuban. Kurang lebih 100 atlet bersama pelatih dan ofisial siap berdefile. Sharing diselingi foto bersama dan sesekali selfie, membuat kami tak begitu menghiraukan molornya waktu pelaksanaan. Dengan riangnya kami mengikuti defile. Tak terasa waktu sudah sangat larut. Setelah mengikuti serangkaian acara termasuk fireworks show, kami saling berpamitan.

Keberhasilan kami meraih banyak medali, termasuk pada cabor eksebisi, tidak boleh dianggap remeh. Evaluasi memang sangat diperlukan untuk terus bisa meningkatkan capaian. Selamat atlet-atlet terbaik Kota Madiun, well done KONI, terima kasih Pemkot Madiun. Mari bersinergi, sehatkan raga dan jasmani untuk capai prestasi! (*/ota/c1)

 

*Penulis adalah wakil wali kota Madiun

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close