Magetan

Belum Jelas, Relokasi LIK Tunggu Jawaban Pemprov

MAGETAN – Relokasi kawasan limbah industri kulit (LIK) masih menggantung. Sampai dengan saat ini belum ada kejelasan terkait realisasi rencana tersebut. Bahkan, Pemkab Magetan dan Pemprov Jatim sama-sama belum memutuskan kebijakan tegas menyikapi persoalan lingkungan itu.

Meskipun dari hasil koordinasi sebelumnya kedua belah pemerintah itu sepakat untuk merelokasi LIK. Karena kondisi tempat pengolahan limbah kulit tersebut sudah overkapasitas. Dengan pembagian tugas, pemkab mencarikan lahan sedangkan pemprov menyiapkan LIK berikut intalasi pembuangan air limbah (IPAL). ‘’Kami menyadari akan kondisi ini. Tapi, kami sudah menyepakati bersama dengan pemprov untuk merelokasinya,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto Kamis (9/5).

Pihaknya tak menampik bahwa penanganan dampak LIK itu memang sangat urgen. Karena bau yang ditimbulkan dari operasional pengolahan limbah industri kulit itu telah mengancam kondisi lingkungan. ‘’Di sisi lain, sudah banyak warga yang mengeluh akan dampak LIK,’’ ungkap Kang Woto –sapaan bupati Suprawoto–.

Namun demikian, pemkab enggan dianggap abai menangani persoalan LIK. Bahkan, mereka telah menyiapkan lahan baru untuk pembangunan LIK. Tentu tempatnya jauh dari permukiman penduduk. Sehingga bisa meminimalisasi dampak lingkungan.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan Sucipto menyatakan lahan yang direncanakan untuk tempat relokasi LIK itu berada di Dusun Jati, Desa Banjarejo, Ngariboyo. Lokasi itu dianggap strategis. Karena memang jauh dari kepadatan rumah penduduk. ‘’Lahan sudah kami siapkan. Selanjutnya, kami menunggu tindak lanjut dari pemprov,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Dari hasil kajian sementara, Sucipto mengaku lahan itu memang sudah sesuai dengan ketentuan. Seperti keberadaan sungai sebagai wadah untuk membuang hasil limbah yang sebelumnya sudah dilakukan penyaringan. ‘’Dari hasil kajian lokasi sudah sesuai. Tinggal nanti dari pemprov kapan untuk pembangunan LIK-nya,’’ ujarnya.

Terpisah, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Banjarejo masih belum memberikan tanggapan pasti terkait rencana relokasi LIK di wilayahnya. Yang jelas, pihak pemdes meminta adanya sejumlah pertimbangan berikut analisis dampak yang nantinya ditimbulkan terkait keberadaan LIK tersebut di Desa Banjarejo. ‘’Banyak hal yang harus dipertimbangkan tentunya,’’ tutur Kepala Desa Banjarejo, Jumiran. (mgc/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close