Belok Mendadak, Vario Disasak Beat

103

NGAWI – Dua pengendara motor yang terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) ini punya hubungan emosional. Yakni, guru dan seorang pelajar. Si murid luka ringan, sang pendidik mengalami patah tulang kaki kanan. ‘’Kecelakaan terjadi karena pengendara motor kurang memperhatikan kondisi lalu lintas,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo kemarin (20/2).

Laka lantas itu terjadi saat jam pulang sekolah. Tepatnya di Km 35-36 Jalan Raya Ngawi-Gendingan masuk Desa Pucangan, Ngrambe. Bermula ketika Paryono, 55, guru asal Desa Cepoko, Ngrambe, melaju dari arah barat mengendarai Honda Vario nopol AE 5453 MG. Searah di belakangnya ada Fatkur Rizal, 16, pelajar asal Desa Babadan, Ngrambe, naik Honda Beat nopol AD 4729 AEF. ‘’Keduanya memakai helm,’’ ujar Cipto.

Sampai di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 13.30, Paryono mendadak putar balik tanpa memperhatikan arus lalu lintas di sekitar maupun menyalakan lampu sein. Jarak yang sudah dekat membuat Fatkur yang melaju di belakangnya tidak bisa menghindari tumburan. ‘’Tertabrak pengendara Beat dari belakang,’’ tuturnya.

Paryono dan Fatkur sama-sama terjerembap di jalan. Si pelajar yang belum mengantongi surat izin mengemudi (SIM) itu hanya mengalami luka babras di beberapa bagian tubuhnya. Lain cerita dengan Paryono yang tertubruk tepat di bagian kanan saat berbelok hendak putar balik. Korban menderita patah tulang kaki kanan.

Seusai kejadian, Paryono langsung dilarikan ke puskesmas setempat. ‘’Dua motor yang terlibat kecelakaan, kami amankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut,’’ pungkas  Cipto. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here