Beli Enam Alat Cetak E-KTP Baru, Dispendukcapil Rogoh Rp 1,1 M

64

MAGETAN – Pencetakan e-KTP di Magetan akan semakin cepat. Sebab, pemkab berencana membeli enam unit alat baru. Anggaran sekitar Rp 1,1 miliar pun disiapkan untuk memperbanyak peralatan cetak administrasi kependudukan tersebut. ‘’Berkas sekarang sudah di bagian ULP,’’ kata Kepala Dispendukcapil Magetan Hermawan kemarin (7/3).

Rencananya, lelang pengadaan alat dilakukan pada bulan ini. Jika berjalan lancar, pada April mendatang lelang sudah selesai dan alat bisa dibeli. Selanjutnya, enam unit peralatan cetak e-KTP itu bakal didistribusikan ke enam kecamatan. Hanya, kecamatan mana saja pihaknya belum bisa menentukan. ‘’Sehingga, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke sini (kantor dispendukcapil di Sukomoro, Red) untuk mecetak e-KTP,’’ ujarnya.

Bagaimana dengan blangko e-KTP? Hermawan menyatakan blangko sebagai bahan dasar untuk mencetak dokumen identitas kependudukan itu bakal distok dari kantor secara langsung. ‘’Jadi, anggaran yang sudah siap itu juga akan kami gunakan untuk membeli alat rekam (e-KTP) sekalian,’’ tuturnya.

Diakuinya, tambahan pembelian alat rekam di luar peralatan untuk mencetak e-KTP itu karena tujuh unit alat rekam yang saat ini berada di kecamatan sudah rusak. Menurut dia, alat rekam e-KTP itu merupakan pengadaan sekitar tujuh tahun lalu. ‘’Jadi, nanti alat perekam dan pencetak e-KTP-nya baru semua,’’ ucap Hermawan.

Selain dua item peralatan itu, pihaknya juga berencana menggunakan sebagian alokasi anggaran yang ada di pos belanja tempatnya untuk dipakai membeli printer dan scanner. Item tersebut dipakai untuk menunjang pelayanan kartu identitas anak (KIA).

Hanya, Hermawan mengatakan pengadaannya bukan melalui proses lelang. Tapi, melalui sistem e-catalog. Begitu juga tahun ini, pihaknya bakal membeli enam unit komputer untuk operasi pelayanan perekaman dokumen kependudukan. ‘’Tapi, ada pula alat yang harus dibeli secara lelang. Seperti fingerprint dan iris scanner,’’ katanya.

Sedangkan terkait SDM yang mengoperasikan alat rekam dan cetak e-KTP itu, Hermawan mengaku sudah mempersiapkannya. Pada awal 2019, pihaknya sudah merekrut pegawai non-PNS yang siap ditempatkan di enam kecamatan untuk mengoperasikan alat tersebut. ‘’Sudah siap semua. Tidak ada alasan terhambat,’’ tandasnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here