Beli Elpiji Wajib Tunjukkan KTP

391

PONOROGO – Elpiji tiga kilogram masih sulit ditemui di sebagian wilayah Ponorogo hingga Minggu (10/6). Kalaupun ada, hanya sekejap, pasti ludes. Perlu perjuangan untuk mendapatkan gas tabung melon tersebut. Seperti yang terlihat dalam operasi pasar (OP) elpiji di depan Pasar Sapi Jetis, Minggu (10/6).

Antrean warga mengular di bawah terik matahari demi mendapat elpiji bersubsidi tersebut. Siti Fatimah, warga setempat, harus mengantre di lokasi setengah jam sebelum OP digelar. Dia khawatir tidak kebagian bahan bakar gas itu. ‘’Kami butuh sekali untuk memasak sehari-hari,’’ katanya.

Sebelumnya, dia dan juga warga lainnya, membeli di pangkalan langsung daripada ke pengecer. Sebab, harga di tingkat pengecer sudah kelewat mahal. ‘’Kalau beli di sini (OP, Red) harganya Rp 16 ribu per tabung. Di pengecer harganya bisa sampai Rp 20 ribu. Lumayan banyak selisihnya,’’ ungkap Siti.

Agar tepat sasaran, pihak Hiswana Migas Madiun selaku penyelanggara OP memberi syarat tertentu kepada para pembeli. Yakni, wajib membawa KTP. Bagi masyarakat yang tidak kebagian, mereka menyarankan untuk menukar dua tabung ditambah Rp 110 ribu guna mendapat gas 12,5 kilogram.

Pantaun Radar Ponorogo, total sekitar 560 tabung melon yang di-OP-kan kemarin. Ratusan tabung itu ludes hanya dalam tempo 1,5 jam. OP sudah digelar dua hari terakhir. Tujuannya, mencukupi kebutuhan masyarakat. ‘’Kami bertugas memonitor distribusi,’’ kata Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono.

Menurut dia, OP bakal terus digelar sampai kondisi normal. Pihaknya akan terus memantau di lapangan. Menjelang Lebaran, menurut dia, permintaan bahan bakar konversi minyak tanah itu diperkirakan bakal meningkat drastis. ‘’Sampai Lebaran nanti ada penambahan stok lagi,’’ janjinya. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here