Belasan Warga yang Hijrah ke Malang Bakal Dijemput

107

NGAWI – Pemkab ambil sikap terkait 13 warganya yang terdeteksi eksodus ke Malang terkait isu kiamat. Rapat koordinasi lintas OPD digelar kemarin (18/3). Hasilnya, akan dilakukan penjemputan terhadap belasan warga tersebut. ‘’Bagi yang mau ya diajak kembali, kalau tidak ya bagaimana lagi,’’ kata Sekda Ngawi M. Sodiq Triwidiyanto.

Sodiq menuturkan, hasil lain dari rapat koordinasi lintas OPD tersebut adalah dilakukannya pendekatan sosiologis dan psikologis. Hal itu menilik keputusan hijrah belasan warga tersebut terkait keyakinan dan kepercayaan. ‘’Sekali lagi, tidak ada paksaan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya berupaya menelisik bagaimana ajaran yang sampai mendoktrin warga Ngawi hingga eksodus ke Malang itu. ‘’Kejelasan terkait isu itu menjadi penting untuk menentukan langkah apa yang harus diambil,’’ tuturnya.

Terpisah, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Ngawi Suroto tidak menampik bahwa pihaknya telah kecolongan. Langkah yang akan diambil saat ini adalah menekan potensi bertambahnya warga yang berangkat ke Malang. ‘’Kami mendapatkan tugas untuk melakukan pendataan jumlah warga yang ditengarai mengikuti aliran itu,’’ katanya.

Suroto menyebut, kelompok Thariqah Akmaliyah di Desa Pulosari, Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang, mengeluarkan fatwa yang meresahkan masyarakat. Mulai tentang kiamat sudah dekat, jamaah diminta menjual aset-aset untuk bekal akhirat dan disetorkan ke pondok, hingga jamaah diminta membeli pedang lantaran Ramadan mendatang akan ada huru-hara. ‘’Aliran seperti itu jelas meresahkan,’’ tegasnya.

Terkait belasan warga yang sudah telanjur hijrah, menurut dia, kewenangan itu ada di pemkab. Urusan memulangkan atau tidak, bukan lagi ranah kantor Kemenag Ngawi. ‘’Upaya preventif akan lebih kami tingkatkan supaya tidak bertambah jumlah warga yang berangkat ke Malang,’’ ujar Suroto.

Meski begitu, pihaknya akan ikut andil kalau memang pemkab hendak memulangkan mereka. Yakni, melakukan pembinaan keagamaan supaya warga yang telah kembali tidak terjebak dalam pemahaman agama yang keliru. ‘’Mungkin saja warga yang sudah berangkat ke Malang itu nanti marah karena fatwa-fatwa yang diterimanya tidak terbukti. Intinya, kami siap untuk membantu pemerintah dalam hal ini,’’ tuturnya. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here