Belasan Rumah di Aliran Sungai Grindulu Terancam

45

PACITAN – Musim hujan yang diprediksi bakal berlangsung mulai awal November membuat sebagian warga Desa Karangrejo, Arjosari, mulai dilanda waswas. Mereka khawatir banjir batu dari anak Sungai Grindulu seperti terjadi tahun lalu terulang. ‘’Sungai di sini lebih tinggi dari halaman rumah,’’ ungkap Bunyamin, salah seorang warga.

Menurut Bunyamin, di desanya terdapat sedikitnya 12 rumah yang berdiri di sekitar anak Sungai Grindulu. Dulu, jarak antara sungai dan rumah warga dipisahkan dengan sawah yang cukup luas. Namun, banjir batu yang terjadi akhir tahun lalu membuat lahan sawah itu terendam air luberan sungai. ‘’Sering banjirnya, hampir tiap hujan pasti bawa batu,’’ tuturnya.

Banjir batu yang terjadi berulang itu, lanjut dia, membuat aliran sungai yang semula sedalam empat meter berubah rata dengan lahan permukiman warga. Alhasil, warga khawatir saat hujan aliran sungai bakal meluber ke rumah-rumah mereka. ‘’Kalau jarak dengan aliran sungai berbeda-beda, paling dekat sekitar 10 meter,’’ ujarnya kepada Radar Pacitan.

Dia menyebut, sejatinya sungai telah beberapa kali dikeruk. Namun, hujan yang kerap mengguyur awal tahun lalu membuat sungai kembali mengalami pendangkalan. ‘’Kalau bagian Desa Karanggede (hilir, Red) sebagian sudah dikeruk dan ditalut, sini belum,’’ tutur Bunyamin.

Kekhawatiran serupa menghinggapi benak Sardi, warga lainnya. Pun dia meyakini jika sungai tak segera dikeruk, saat hujan rumahnya bakal kebanjiran. ‘’Kalau sungainya setinggi halaman, jika hujan turun pasti airnya meluber sampai sini,’’ katanya.

Sekadar diketahui, banjir aliran Sungai Grindulu yang melintasi beberapa desa kerap memuntahkan batu. Pun merusak rumah-rumah warga dan beberapa fasilitas umum seperti jembatan dan gedung sekolah. (mg6/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here