Madiun

Belasan Ribu Warga Butuh Pekerjaan

MADIUN – Wajar jika jumlah penduduk miskin di Kabupaten Madiun hanya tereduksi tipis. Sebab, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus meningkat. Pada 2017 lalu TPT mencapai 3,19 persen atau 11.170 jiwa. Pada 2018 naik jadi 3,81 persen atau 14.357 jiwa. ‘’Angka pengangguran di Kabupaten Madiun memang terus meningkat,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun Manu Atmojo Senin (8/7).

Parahnya, jumlah warga yang butuh pekerjaan itu didominasi tamatan SMK. Padahal, sekolah kejuruan diharapkan mencetak lulusan siap kerja. Tercatat pengangguran tamatan SMK mencapai 7.015 jiwa pada 2018. Sementara pada 2017 hanya 3.735 jiwa. ‘’Karena pengangguran masih cukup banyak, penduduk miskin pun belum bisa turun drastis,’’ paparnya.

Anehnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun malah tidak memiliki data riil jumlah warganya yang masih menganggur. Organisasi perangkat daerah (OPD) yang paling bertanggung jawab ini berdalih hanya mengacu pada para pencari kartu kuning. ‘’Kami mengacu pada jumlah pencari kesempatan kerja,’’ kata Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Madiun Puguh Budi Santoso.

Sehingga, hingga saat ini belum ada data yang jelas jumlah pasti pengangguran di kabupaten ini. Puguh pun membeber pihaknya belum mendata jumlah para penganggur. Pun beralasan tak bisa menggunakan data yang dimiliki BPS karena tidak by name by address. ‘’Jadi bukan data riil,’’ dalihnya.

Puguh berjanji bakal mendata pengangguran secepatnya. Dia ingin bulan ini sudah bisa dimulai. Sebelumnya, perlu banyak persiapan untuk mencari data jumlah penduduk di setiap desa. Ada juga persiapan lain yakni mengenai tenaga yang bakal digunakan untuk terjun langsung ke lapangan. ‘’Butuh beberapa orang. Masih ditentukan,’’ ujarnya.

Dia menyebut data riil harus satu per satu atau by name by address. Jadi, benar-benar sesuai kenyataan di lapangan. Puguh menyebut itu lebih efektif untuk menentukan kebijakan ketimbang data dari perkiraan. Pun akan lebih tepat sasaran. Sehingga, problem pengangguran bisa segera dikurangi. ‘’Nanti kita akan sesuaikan ketentuan di disnaker,’’ ungkapnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close