Belasan CJH Asal Kota Madiun Gagal Berangkat

17

MADIUN – 15 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Madiun dipastikan tidak bisa berhaji tahun ini. Pihak Kementerian agama (kemenag) Kota Madiun mencatat, belasan orang tersebut belum melunasi biaya haji sejak ditutup pelunasan haji tahap pertama 15 April lalu. ’’Masuk kategori CJH yang mengundurkan diri,’’ ujar Kepala Kemenag Kota Madiun Munir ditemui Radar Madiun.

Dijelaskan, CJH Kota Madiun berjumlah 174 orang. Tapi, sampai batas akhir  yang tidak melunasi 15 orang. Beragam faktor yang menyebabkan belasan CJH tersebut gagal berangkat. Mulai dari wafat, sakit, faktor ekonomi sampai dengan CJH yang memilih menunda keberangkatan. Karena ingin berangkat dengan anggota keluarga lainnya (menunggu mahram). Di antara semua itu, sakit adalah penyebab terbanyak CJH batal naik haji. ’’Sudah membuat surat pernyataan mengundurkan diri dan mencantumkan alasan. Jika sakit, disertai dengan surat keterangan dokter,’’ ujar sembari menyebut CJH tersebut telah mendaftarkan haji akhir 2011 sampai dengan awal 2012.

Dia menjelaskan, sesuai jadwal, pelunasan tahap kedua dibuka kembali 30 April mendatang sampai dengan 8 Mei. Bagi CJH yang gagal pelunasan di tahap I karena gangguan sistem berhak untuk melunasi biaya haji tahap ke II. Beruntung, di Kota Madiun tidak ada CJH gagal sistem.  ’’Selanjutnya jamaah cadangan dan jamaah waiting list. Jamah waiting list ini harusnya berangkat tahun lalu tapi karena suatu faktor seperti sakit tapi batal berangkat,’’ paparnya.

Katanya, jamaah waiting list di Kota Madiun untuk tahun lalu ada dua orang. Nah, di tahap pelunasan kedua, dua CJH ini akan melunasi biaya haji mengikuti harga biaya pelunasan haji tahun 2019 sebesar Rp 36.586.945. ’’Naiknya sekitar Rp 300 ribu dari tahun sebelumnya. Jadi, jamaah waiting list ini tinggal membayar kekurangannmya itu,’’ terangnya.

Dia berharap, CJH yang telah terdaftar dalam pelunasan biaya haji bisa mengupayakan untuk pelunasan. Mengingat, untuk bisa berangkat haji membutuhkan waktu yang cukup lama. Kecuali, faktor sakit yang membuat jemaah tidak memungkinkan menunaikan ibadah haji. ’’Kalau duitnya kurang, mencoba diusahakan. Karena menunggu waktu  haji sudah sekian lama saat dipanggil mengundurkan diri,’’ pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here