KriminalitasMagetan

Belanjakan Uang Palsu, Pasutri Diringkus Polisi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perbuatan Mispandi, 48, dan Dewi Derita, 46, sungguh licik. Pasangan suami istri (pasutri) itu membeli barang di pasar tradisional Magetan dengan uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu. Barang yang terbeli itu lantas dijual kembali untuk memperoleh uang yang lebih besar dari biaya pembelian upal.

Praktik culas warga Jalan Sentul, Kelurahan Banjarejo, Taman, Kota Madiun, itu berakhir setelah kena operasi tangkap tangan (OTT) Satreskrim Polres Magetan. Keduanya digulung di salah satu pasar beberapa waktu lalu. ‘’Kami amankan 46 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dan uang asli Rp 611.800,’’ kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana Senin (27/1).

Festo mengungkapkan, tersangka menyasar pedagang kecil. Sebab, kecenderungannya belum memiliki scanner uang palsu. Barang yang terbeli lantas dijual kembali untuk memperoleh uang asli. Duit tersebut sebagai keuntungan atas praktik penipuan yang dilakukan. Dari barang bukti (BB) yang disita, tersangka membeli uang palsu Rp 4,6 juta dengan duit Rp 460 ribu. ‘’Satu lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dibeli dengan harga Rp 10 ribu,’’ terangnya.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku lima kali melakukan aksi penipuan upal. Semuanya di Magetan, yakni empat kali di Pasar Ngariboyo dan sekali di Pasar Sayur. Mispandi dan Dewi tidak beraksi di dalam satu pasar yang sama. Aksi dilakukan menjelang malam atau pagi supaya tidak ketahuan. Suasana pasar yang cenderung ramai dan gelap menjadi alasannya. ‘’Sehingga korban tidak langsung sadar kalau yang diterima adalah uang palsu,’’ imbuh kapolres.

Festo menerangkan, penangkapan kedua tersangka bermula dari laporan para pedagang pasar ke satreskrim. Mereka mengeluh kena tipu upal. Informasi itu lantas ditindaklanjuti dengan pemantauan di pasar. Tersangka diringkus saat berbelanja menggunakan upal. ‘’Puluhan lembar upal itu siap diedarkan oleh pelaku,’’ ujarnya.

Selain ratusan ribu duit palsu dan asli, polisi menyita mobil Daihatsu Ayla lengkap dengan surat sebagai BB. Kendaraan milik pelaku itu digunakan untuk berkeliling pasar dan mengangkut barang hasil pembelian dengan upal. ‘’Uang Rp 611.800 itu kuat dugaan uang hasil penjualan barang,’’ tutur Festo seraya menyebut tengah menyelidiki siapa penjual dan pembuat upal.

Kamsiah, salah seorang korban di Pasar Ngariboyo, sejatinya telah menyadari bahwa uang yang dipakai tersangka berbelanja adalah palsu. Namun, dia tidak sampai protes karena pelaku keburu pergi dan harus melayani pembeli lainnya. ‘’Ternyata pedagang lain juga jadi korban. Akhirnya kami lapor polisi,’’ ujar warga Desa Banyudono, Ngariboyo, tersebut. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close