Pacitan

Belajar Nyetir, Truk Nyemplung Sungai

PACITAN – Tak terkendali. Truk engkel yang dikemudikan Hadizul Fahmi, warga Desa Kasihan, Tegalombo, nyemplung sungai. Peristiwa itu terjadi Minggu (24/3) sekitar pukul 18.00. Remaja yang  belum genap 17 tahun itu diduga masih belajar nyetir truk. ‘’Katanya menghindari batu longsor,’’ kata Agus, warga setempat.

Kejadian tersebut bermula saat Fahmi hendak kembali ke rumah setelah mencuci truk AE 8742 YB itu di Tegalombo. Saat melintas di tepi anak Sungai Grindulu, Dusun Glagah Ombo, Kasihan, tiba-tiba truk oleng saat menghindar batu bekas gunturan. Diduga, remaja tersebut kurang konsentrasi saat mengemudi truk kelir kuning-merah itu. ‘’Banting setir ke kiri dan masuk jurang yang dasarnya sungai,’’ ujarnya.

Kedalaman jurang lebih dari lima meter itu membuat truk meluncur kencang sehingga moncong truk membentur dasar sungai berbatu. Fahmi harus mendapat perawatan lantaran terbentur dashboard. ‘’Langsung dilarikan ke puskesmas setempat, mendapat beberapa jahitan,’’ papar Agus.

Agus menambahkan, kondisi lokasi tersebut tergolong berbahaya. Selain diapit tebing dan sungai, sebagian besar menanjak dan berkelok. Pun jalur alternatif menuju Tulakan tersebut minim penerangan dan pembatas jalan. ‘’Kondisi jalan memang mulus, tapi kadang juga longsor walau gak parah,’’ ungkapnya.

Proses evakuasi truk lumayan sulit. Elevasi tebing lebih dari 20 derajat membuat warga kesulitan menarik kendaraan secara manual. Sehingga, truk harus diderek kendaraan dari dasar jurang. Butuh waktu dua jam untuk mengevakuasi truk nahas tersebut. ‘’Lumayan terjal tebingnya. Coba ditarik manual gak bisa, akhirnya ditarik truk lain,’’ terang Agus. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close