BELA DIRI MILITER: Gabungan Jurus Praktis14 Perguruan Silat

177

MADIUN – Sabuk hitam resmi melingkar di pinggang puluhan prajurit Batalyon Para Raider 501/Bajra Yudha. Itu menjadi simbol telah dikukuhkannya pencak silat nusantara sebagai beladiri militer. Pencak silat nusantara merupakan gabungan dari jurus-jurus 14 pergurusan pencak silat yang berpusat di Kota Karismatik.

Sebanyak 60 prajurit para raider memeragakan gabungan jurus tersebut. Penampilan mereka juga dari bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Yonif Para Raider 501/BY ke-58. ‘’Pencak silat adalah kearifan lokal, daripada impor dari luar negeri lebih cocok kala punyanya bangsa sendiri,’’ kata Komandan Brigif Para Raider 18/Trisula Kolonel Infanteri (Inf) Bangkit Rahmat Tri Widodo.

Kebetulan Kota Madiun adalah pusatnya perguruan pencak silat. Inilah yang kemudian mengilhami Bangkit untuk mendukung pencak silat sebagai bela diri militer. Kedepan, tidak hanya 14 perguruan silat di Madiun melainkan pula dari sentero nusantara. Karena itu, dinamakan pencak silat nusantara. ‘’Bukan hanya 14 tapi seluruhnya terangkum yang terbaik menjadi milik bersama. Betul-betul identitas keberagaman terwujud bisa diterima seluruhnya. Inilah kebanggan dan identitas bangsa,’’ jelasnya.

Tidaklah mudah, kata dia, membutuhkan kemampuan untuk menyatukan semua perguruan silat tersebut. Merangkul semua perguruan silat dan saling bersinergi untuk mewujudkannya. Seperti yang terlihat,  selama tiga minggu lebih pasukan yonif para raider 501/BY ini berlatih pencak silat sebelum akhirnya tampil di acara pengukuhan. ’’Tantangannya, mereka bukan hanya menguasai pencak silat sebagai olah kanuragan, kedepan harus lebih bijaksana dewasa, dan dan bisa diterapka dalam kehidupan sehari-hari,’’  tandasnya.

Komandan Yonif Para Raider 501/BY Letkol Inf Risa Wahyu Pudji Setiawan membeberkan, ide lahirnya pencak silat nusantara ini bermula ketika dia menjalani tugas ke Lebanon 2012-2013. Di suatu kesempatan, yang didemokan Risa dan prajurit lainnya adalah bela diri dari luar negara Indonesia. ‘’Mereka bilang, loh kenapa kok bukan pencak silat. Indonesia kan sangat terkenal dengan pencak silat, waktu itu saya masih jadi kapten. Sejak itu punca cita-cita wujudkan ini,’’ kenangnya.

Ke depan, berharap mengukuhkan semua jurus-jurus yang disumbangkan PS kepada prajurit yonif para raider 501/BY. Untuk kemudian diajukan ke satuan agnkatan darat. Apabila disetujui, bahwa bela diri militer TNI adalah pencak silat. Pun, juga ada penyesuaian jurus untuk pasukan militer. ’’Yang beda jurus-jurus ini kami sampaikan ke padepokan adalah jurus jurus yang praktis memang untuk militer,’’ bebernya.

Jurus praktis yang membantu prajurit dalam melakukan pertempuran. Pertempuran hutan, kota, atau di permukiman. Tidak menutup kemungkinan juga melumpuhkan. Dio awal, sempat alami kendala. Namun, ditunjang dengan latihan secara berkala mampu mengatasi kendala yang ada. ’’Awalnya sih ada kendala, tapi dukungan seluruh perguruan silat tantangan bisa terlewati,’’ pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here