Bejat! Hotman Nodai Siswi SMA yang Dikenal di Medsos

249

CHIKA  (bukan nama sebenarnya), siswi SMA berusia 16 tahun dinodai Rolin Hotman Pasaribu yang dikenalnya dari media sosial.

Tukang parkir 33 tahun tersebut kini harus mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya akibat perbuatan bejatnya.

Pelaku sudah lama mengenal korban. Sebab, Chika bersekolah di dekat tempat kerjanya di kawasan Tambaksari.

Hotman merupakan tukang parkir di kawasan Gading, Tambaksari. ”Kenalan dari media sosial, lalu berlanjut saling tukar nomor handphone,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni.

Setelah saling berhubungan lewat telepon, akhirnya Hotman dan Chika bertemu. Persisnya pada awal Agustus lalu.

Pelaku datang ke rumah korban. Hotman langsung menyatakan rasa sukanya. Gayung pun bersambut.

Chika punya perasaan yang sama. Akhirnya, kedua insan beda umur lumayan jauh itu berpacaran.

Seminggu kemudian, Hotman mulai menunjukkan niat busuknya. Dia meminta korban melayani hawa nafsunya.

Saking nekatnya, pelaku sering kali berhubungan intim dengan Chika di rumah korban. ”Ya pas rumahnya kosong,” kata Ruth.

Polisi dengan dua balok di pundak tersebut mengungkapkan, korban mengaku sudah lebih dari 20 kali diminta melayani Hotman.

Saat itu dia menurut saja. Sebab, Chika dijanjikan akan dinikahi. Pada awal September lalu, aksi bejat Hotman akhirnya terbongkar.

Orang tua Chika curiga dengan gelagat panik pelaku dan anaknya saat pulang ke rumah. Chika akhirnya ditanyai.

Jawabannya mengejutkan. Ternyata Hotman kerap beraksi ketika orang tua Chika tidak berada di rumah.

Alhasil, orang tua korban segera melapor ke polrestabes pada 5 September.

Dua hari kemudian, korban dan orang tuanya diperiksa penyidik. Setelah itu, petugas langsung melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan Hotman.

Hari itu juga pelaku langsung diciduk dari dalam rumahnya di kawasan Kalibutuh, Tembok Dukuh, Bubutan. Dia lantas digelandang ke Mapolrestabes Surabaya.

Di hadapan penyidik, Hotman sempat enggan mengakui perbuatannya.

Namun, setelah ditunjukkan hasil visum korban, dia akhirnya berkata jujur. Kepada petugas, dia mengaku belum berencana menikahi korban.

Nah, pernyataan tersebut menyiratkan bahwa Hotman hanya ingin melampiaskan nafsu. ”Sampai lebih dari 20 kali kan,” tegas Ruth.

Polisi asal Banyuwangi itu menyatakan, Chika jelas mengalami trauma. Sebab, pria yang dia percaya sudah membohonginya.

Para penyidik unit PPA mulai melihat tanda-tanda kekecewaan dari raut wajah korban.

Untuk mencegah rusaknya masa depan Chika, Ruth berkonsultasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu RS Bhayangkara.

Mantan Panitreskrim Polsek Wonokromo itu ingin Chika mendapat asesmen lebih dulu.

Ruth menuturkan, berdasar pengalamannya, korban kejahatan seksual seperti itu rawan tenggelam di dunia trafficking. Sebab, mereka beranggapan bahwa seluruh pria adalah pembohong.

Karena itu, mereka lebih suka melakukan aktivitas seksual sembari mendapatkan uang. ”Beberapa kasus yang saya tangani memang seperti itu,” ujarnya. (mir/c14/ano/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here