Bejat! Cabuli Keponakan hingga Ratusan Kali

240

NGAWI – Malang nian nasib Kembang (nama samara). Gadis 16 tahun asal salah satu desa di Kecamatan Paron itu kini hamil tiga bulan. Kondisi Kembang yang berbadan dua itu akibat ulah bejat Wah, 36, yang tidak lain pamannya sendiri. Selama dua tahun belakangan Wah berbuat cabul. Dia sampai tidak ingat sudah berapa kali berbuat bejat kepada keponakannya sendiri. ’’Saat kami tanya apakah ratusan kali, tersangka mengaku lebih dari itu,’’ kata KBO Reskrim Polres Ngawi Iptu Muryadi kemarin (28/12).

Wah kelewat sering melampiaskan nafsu bejatnya kepada Kembang. Hasil penyidikan Unit PPA Polres Ngawi, tersangka sudah mencabuli keponakannya sejak 2016. Kurun waktu dua tahun, ratusan kali sudah Wah seperti itu. Pertanyaannya, kenapa perbuatan bejat tersebut baru terungkap belakangan ini? ’’Tersangka mengancam tidak akan memberi uang saku kalau korban tidak mau melayani,’’ ujar Muryadi.

Kembang diasuh Wah sedari duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Informasi yang berhasil dihimpun aparat kepolisian, ayah kandung Kembang tidak jelas keberadaannya. Sementara ibu kandung Kembang bekerja ke Surabaya belasan tahun silam. Sejak saat itu, Kembang tinggal serumah dengan Wah beserta istri dan empat anak kandungnya. ’’Korban merasa takut dengan ancaman dari tersangka yang tidak akan memberi uang saku,’’ tutur Muryadi.

Wah kelewat sering melancarkan aksi bejatnya. Setiap kali rumah dalam kondisi sepi, tersangka memanfaatkannya untuk mencabuli Kembang. Lantaran takut dengan ancaman tersangka, Kembang tidak kuasa melawan atau sekadar menolak. Saking seringnya Wah menggagahi Kembang, salah satu pelajar SMA sederajat di Ngawi itu kini mengandung janin hasil perbuatan pamannya. ’’Ya, korban sudah hamil tiga bulan. Karena itu kasus ini terbongkar,’’ terang Muryadi.

Kondisi Kembang yang berbadan dua menguak perbuatan Wah selama dua tahun. Terungkapnya kasus ini bermula saat Kembang tidak menstruasi. Bingung dengan kondisi tersebut, Kembang curhat kepada ibunya melalui pesan singkat WhatsApp. Cerita Kembang membuat sang ibu terenyak. ’’Ibu kandung korban kemudian pulang dari Surabaya untuk memastikan kebenaran cerita anaknya,’’ imbuh Muryadi.

Hati ibu kandung Kembang seketika hancur sesaat setelah putrinya dinyatakan positif hamil. Hasil cek medis menyebut usia kehamilan Kembang kurang lebih sudah tiga bulan. Ibu Kembang lantas melaporkan peristiwa yang menimpa putrinya tersebut kepada aparat kepolisian. Selidik demi selidik, Wah akhirnya berhasil dibekuk di kediamannya pada Minggu (23/12). ’’Untuk saat ini kami lakukan penahanan kepada tersangka untuk menjalani proses lebih lanjut,’’ ungkap Muryadi.

Wah kini mendekam di ruang tahanan Polres Ngawi. Kepadanya polisi menjeratkan pasal 81 ayat 2 sub pasal 82 ayat 1 UU 17/2016 tentang Perlindungan Anak. Dikatakan Muryadi, persangkaan itu lantaran usia korban yang masih di bawah umur. Pun, tersangka sudah melakukan perbuatannya sejak dua tahun yang lalu. ’’Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,’’ pungkasnya. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here